Sunnah Sebelum Iduladha Ini Sering Dilupakan, Padahal Dianjurkan Rasulullah
Menjelang hari raya Iduladha, umat muslim biasanya sibuk mempersiapkan hewan kurban atau merencanakan momen berkumpul bersama keluarga.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, ternyata ada beberapa amalan sunnah penting yang sering kali terlewatkan dan dilupakan.
Padahal, amalan sunnah ini memiliki keutamaan dan nilai pahala yang begitu besar sehingga dapat menjadi penyempurnaan ibadah.
Maka dari itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami kembali sunnah yang dianjurkan sebelum Iduladha agar tidak terlewat saat momentum hari raya tiba.
Yuk, simak apa saja amalan sunnah sebelum Iduladha yang wajib kamu tahu di artikel ini.
Larangan Memotong Kuku dan Rambut
Salah satu sunnah yang paling sering dilupakan atau bahkan disalahpahami adalah anjuran untuk tidak memotong kuku dan rambut menjelang Iduladha. Larangan ini bersifat khusus, yaitu hanya diperuntukkan bagi umat Muslim yang berniat melaksanakan ibadah kurban.
Anjuran ini dilaksanakan sejak memasuki tanggal 1 Zulhijah sampai hewan kurbannya selesai disembelih. Di balik aturannya, sunnah ini menyimpan keutamaan yang luar biasa karena bertujuan agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban kelak diselamatkan dari api neraka.
Tidak Makan sebelum Salat Iduladha
Berbeda dengan hari raya Idulfitri yang disunnahkan untuk sarapan terlebih dahulu, saat Iduladha umat Muslim justru dianjurkan untuk menahan lapar sebelum berangkat salat Id. Sunnah ini dilakukan sejak terbit fajar sampai selesai salat Iduladha.
Menariknya, anjuran ini bertujuan agar makanan pertama yang masuk ke mulut kita di hari raya adalah daging hewan kurban yang disembelih. Setelah selesai menunaikan salat, barulah kita diperbolehkan untuk pulang dan menyantap hidangan bersama keluarga.
Hal ini juga dipertegas dalam hadis berikut:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berangkat shalat 'id pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat 'id baru beliau menyantap hasil qurbannya." (HR. Ahmad 5:352)
Memakai Parfum atau Wewangian
Amalan lain yang tidak kalah penting adalah memakai wewangian atau parfum sebelum berangkat salat Id. Anjuran ini sangat ditekankan, khususnya bagi kaum laki-laki, sebagai bentuk sukacita dalam menyambut hari kemenangan Islam.
Selain memakai parfum, kita juga disunnahkan untuk mandi membersihkan diri dan mengenakan pakaian terbaik yang bersih serta rapi.
Mandi Besar
Sebelum mengenakan pakaian terbaik dan wewangian, umat Muslim juga sangat dianjurkan untuk melakukan mandi besar di pagi hari Iduladha. Amalan ini berlaku bagi siapa saja, termasuk bagi mereka yang sedang tidak melaksanakan salat Ied.
Mandi besar sunnah ini juga bisa dilakukan sejak malam hari. Namun, akan lebih baik bila dilakukan setelah terbit fajar atau sebelum berangkat ke tempat salat Id.
Memperbanyak Takbir
Umat muslim juga dianjurkan mengumandangkan takbir saat Iduladha, yaitu sejak subuh di hari Arafah (9 Zulhijah) hingga hari Tasyrik selesai. Amalan ini bisa dilakukan di mana saja, seperti saat di rumah atau sedang dalam perjalanan.
Memperbanyak takbir merupakan salah satu cara untuk mengagungkan kebesaran Allah Swt.
(dis/dis)