Advertisement

Vicky Shu Ungkap Perjuangan Turunkan Berat Badan 10 Kg Dalam Seminggu

Insertlive | Insertlive
Transformasi Vicky Shu yang Berhasil Diet
Vicky Shu Ungkap Perjuangan Turunkan Berat Badan 10 Kg Dalam Seminggu / Foto: Instagram @vickyshu
Jakarta -

Vicky Shu menceritakan pengalamannya dalam berjuang untuk menurunkan berat badannya. Seperti diketahui, usai melahirkan anak keduanya, Vicky Shu mengalami tantangan berat badan yang signifikan.

Akibat postur tubuhnya itu, tak jarang Vicky Shu menjadi sasaran body shaming di media sosial. Di tengah perjalanannya untuk terus bersemangat di tengah tekanan sosial, Vicky Shu tetap memprioritaskan kesehatannya.

Publik sempat menduga ia menjalani operasi potong lambung, karena transformasinya yang terbilang cepat dan berhasil. Padahal Vicky Shu mengikuti program weight management bersama Halofit by Halodoc telah berjalan selama delapan minggu, di bawah pengawasan medis dan sains yang ketat serta dukungan teknologi.

Selain itu Vicky juga menerapkan pola hidup sehat dengan aktif berjalan kaki setiap hari, dan menata ulang pola konsumsi sehari-hari.

Advertisement

"Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja. Melalui program ini, aku mendapatkan pengawasan dari tim dokter selama 30 hari, diberikan meal plan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhku, dan mendapat terapi GLP-1, jadi nafsu makan aku lebih terkontrol dan nggak lagi lapar mata. Apalagi Halofit ini bisa diakses secara online juga ya, jadi memudahkan aku yang sehari-hari sudah padat bekerja dan mengurus keluarga," ucap Vicky Shu.

Dari perjuangannya dalam menurunkan berat badan, Vicky Shu akhirnya belajar satu hal penting. Ia akhirnya meyakini bahwa tidak seharusnya setiap individu untuk memenuhi ekspetasi dan standar kecantikan orang lain.

"Perjalanan transformasi ini ngajarin aku bahwa kita nggak harus memenuhi standar kecantikan orang lain, karena tujuan sebenarnya bukan hanya menurunkan berat badan saja, tapi justru memiliki tubuh yang sehat, dan akhirnya pun dapat berdampak pada mental yang sehat," jelas Vicky Shu.

Vicky ShuVicky Shu/ Foto: Istimewa

Apa yang dialami Vicky Shu mencerminkan realita yang lebih luas. Kelebihan berat badan dan obesitas kerap dipandang semata sebagai persoalan gaya hidup, padahal, bagi banyak orang, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor yang jauh lebih kompleks dan sebaiknya ditangani bersama ahlinya.

Itulah mengapa solusi yang efektif perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing individu, bukan program generik yang berlaku sama untuk semua orang secara instan. Halofit hadir sebagai klinik digital untuk manajemen berat badan dengan pendekatan medis yang dipersonalisasi.

Ignasius Hasim, Vice President Consultant & Diagnostic Halodoc, mengatakan bahwa dalam menangani masalah obesitas, harus dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh dan dipersonalisasi.

"Bagi Halodoc, mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Data Halodoc tahun 2024 menunjukkan, sebelum Halofit diluncurkan, sekitar 75% pasien nutrisionis Halodoc telah mencari dukungan untuk manajemen berat badan, namun sebagian besar masih berfokus pada pengaturan pola makan dan edukasi gaya hidup. Maka dari itu, melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi," jelasnya.

(Insertlive)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement