Jangan Asal, Ini 4 Cara Aman Pilih Daycare agar Anak Tetap Terlindungi
Kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare belakangan ini membuat banyak orang tua merasa khawatir. Padahal, bagi keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja, daycare sering menjadi solusi utama untuk menjaga anak selama ditinggal beraktivitas.
Rasa cemas ini tentu wajar. Orang tua tidak bisa mengawasi anak sepanjang hari, sehingga penting memastikan bahwa daycare benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh kembang si kecil. Karena itu, memilih daycare tidak boleh sembarangan.
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah sistem pengawasan. Jumlah pengasuh harus cukup agar setiap anak bisa diperhatikan dengan baik, baik dari segi keamanan maupun perkembangan.
Berikut empat hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memilih daycare:
1. Perhatikan jumlah pengasuh dan anak
Jumlah pengasuh harus seimbang dengan jumlah anak. Semakin sedikit anak yang ditangani satu pengasuh, semakin optimal pengawasan yang diberikan.
Di beberapa negara maju, aturan ini bahkan sudah ditetapkan. Misalnya di Amerika Serikat, satu pengasuh biasanya menangani maksimal 10 anak usia 4 tahun. Standar seperti ini bisa dijadikan gambaran saat memilih daycare.
2. Pastikan fasilitas aman, termasuk adanya CCTV
Keamanan daycare harus diperhatikan sejak awal. Idealnya, tempat penitipan memiliki sistem keamanan seperti akses masuk khusus, sehingga tidak semua orang bisa keluar-masuk dengan bebas.
Di dalam ruangan, orang tua juga perlu mengecek kondisi lingkungan. Pastikan tempat bermain aman, posisi tempat tidur bayi tidak berbahaya, dan fasilitasnya terawat.
Yang tak kalah penting, pilih daycare yang memiliki CCTV dan bisa diakses orang tua. Dengan begitu, Anda tetap bisa memantau kondisi anak meski dari jauh.
3. Cari tahu cara daycare menangani perilaku anak
Daycare yang baik memahami bahwa anak tidak benar-benar 'nakal'. Biasanya, perilaku seperti menggigit atau menendang muncul karena anak belum bisa menyampaikan keinginannya dengan baik.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk menanyakan bagaimana cara pengasuh menghadapi situasi tersebut. Pastikan mereka memiliki pendekatan yang aman, sabar, dan mendidik.
4. Komunikasi harus terbuka dan jelas
Transparansi adalah kunci. Daycare yang baik akan rutin memberikan informasi tentang kondisi anak.
Untuk bayi, orang tua perlu tahu soal jadwal makan, jumlah popok, hingga waktu tidur. Sementara untuk anak yang lebih besar, penting ada komunikasi tentang perkembangan, kebiasaan, hingga perilaku mereka sehari-hari.
Memilih daycare memang bukan hal mudah, tapi juga bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, orang tua bisa lebih tenang karena tahu anak berada di lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.
(yoa/yoa)