Dokter Ungkap Pemicu Berat Badan Naik Usai Lebaran
Berat badan kerap menjadi masalah yang dihadapi usai melewati momen Hari Raya Idulfitri.
Tak jarang, masyarakat mengalami kenaikan berat badan setelah Lebaran. Terlebih banyak masakan hingga kue lezat yang menggoda pada momen spesial umat Islam tersebut. Rasa ingin mencicipi semua hidangan muncul setelah satu bulan penuh berpuasa.
Spesialis kedokteran olahraga dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO(K), menyebut penambahan kalori sekitar 7.000-7.700 itu berkontribusi dalam setiap 1 kg kenaikan berat badan. Namun, jika hal itu terjadi hanya satu tahun sekali tidak menjadi salah besar.
"Yang bermasalah itu adalah setiap tahun itu kan Lebaran ya, jadi belum sempat kembali ke berat badan awal, bertemu lagi tahun depan, kejadiannya begini lagi," bebernya dalam acara detik Pagi pada Rabu (25/3).
"Nah itu yang sebetulnya berpotensi mengalami masalah metabolik," lanjutnya.
Ia menambahkan masalah berat badan meningkat usai Lebaran muncul karena seseorang belum sempat kembali ke aktivitas atau rutinitas awal sehingga belum ada proses pembakaran kalori.
Namun, penambahan berat badan selama Lebaran atau momen liburan terjadi bukan hanya karena makanan. Bisa juga terjadi karena retensi cairan seperti minum dan sebagainya.
"Jadi, belum kembali ke aktivitas awal, baik itu aktivitas maupun makannya. Apalagi ketika Lebaran kita berhadapan dengan sesuatu yang manis-manis dan enak-enak," tutur dr Tata.
(agn/agn)