Advertisement

13 Amalan di Bulan Syawal yang Mudah Dilakukan

Steffy Gracia | Insertlive
Ilustrasi berdoa untuk orang meninggal dunia, baca doa, al qur'an, tasbih
13 Amalan di Bulan Syawal yang Mudah Dilakukan / Foto: Freepik
Jakarta -

Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim akan memasuki bulan Syawal, yang juga memiliki banyak keutamaan. Bulan ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan Idulfitri dan mempererat silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk terus meningkatkan ibadah dan menjaga semangat kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan.

Ada berbagai amalan di bulan Syawal yang bisa dilakukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari melanjutkan ibadah puasa sunnah hingga memperbanyak sedekah dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Berikut 13 amalan di bulan Syawal yang mudah dilakukan dan dapat membawa keberkahan.

1. Membaca dan Men-tadabburi Al-Quran

Membaca Al-Quran menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk terus dijaga setelah Ramadan berakhir. Selama bulan puasa, banyak umat Muslim yang berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Quran. Namun ketika Ramadan usai, kebiasaan tersebut sering kali mulai berkurang.

Bulan Syawal bisa menjadi waktu yang tepat untuk mempertahankan kebiasaan baik ini. Membaca Al-Quran tidak hanya sebatas tilawah, tetapi juga memahami maknanya melalui tadabbur atau perenungan terhadap isi ayat-ayatnya.

Advertisement

Dengan menjadikan Al-Quran sebagai bacaan harian, hati akan terasa lebih tenang dan kehidupan menjadi lebih terarah. Kebiasaan ini juga membantu menjaga kedekatan dengan Allah SWT serta menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

2. Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Salah satu amalan yang paling dikenal di bulan Syawal adalah puasa sunnah enam hari. Amalan ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.

Puasa enam hari di bulan Syawal disebut memiliki pahala seperti berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, sehingga puasa Ramadan selama 30 hari ditambah enam hari Syawal seakan menjadi puasa selama 360 hari.

Puasa ini bisa dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Pelaksanaannya sendiri tidak harus berturut-turut dan boleh diselingi dengan hari lain sesuai kemampuan masing-masing.

3. Menjaga Shalat Fardhu dan Shalat Sunnah

Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang harus terus dijaga dalam kondisi apa pun. Selama Ramadan, banyak orang lebih disiplin dalam menjalankan shalat berjamaah dan memperbanyak shalat sunnah.

Memasuki bulan Syawal, kebiasaan baik tersebut sebaiknya tidak ditinggalkan. Justru momentum setelah Ramadan dapat dimanfaatkan untuk menjaga kualitas shalat agar tetap khusyuk dan konsisten.

Selain shalat fardhu, beberapa shalat sunnah yang bisa terus dilakukan antara lain shalat rawatib, shalat dhuha, shalat tahajud, serta shalat witir. Amalan-amalan ini dapat menjadi pelengkap dan penyempurnaan ibadah sehari-hari.

4. Meng-qadha Puasa Ramadan

Bagi sebagian orang, puasa Ramadan mungkin tidak dapat dijalankan secara penuh karena alasan tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau kondisi lain yang dibenarkan dalam syariat.

Karena itu, bulan Syawal menjadi waktu yang baik untuk mengganti puasa yang tertinggal. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:

فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

"Maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)

Para ulama menjelaskan bahwa lebih utama mendahulukan puasa qadha sebelum menjalankan puasa sunnah Syawal. Dengan begitu, kewajiban yang tertunda dapat segera diselesaikan.

5. Puasa Senin dan Kamis

Puasa sunnah Senin dan Kamis juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW dikenal sangat menjaga ibadah puasa pada dua hari tersebut.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh menjalankan puasa pada hari Senin dan Kamis. Amalan ini juga memiliki keutamaan karena pada hari tersebut amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

"Amal-amal perbuatan itu diajukan pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amal perbuatanku diajukan ketika aku sedang berpuasa." (HR Tirmidzi).

Maka dari itu, menjalankan puasa Senin Kamis di bulan Syawal dapat menjadi cara untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadan.

6. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Amalan ini juga sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.

Dalam hadis disebutkan:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

"Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Bukhari).

Puasa ini menjadi salah satu amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Dengan menjalankannya secara rutin, seorang Muslim dapat memperoleh pahala besar sekaligus menjaga kebiasaan berpuasa di luar Ramadan.

7. I'tikaf

I'tikaf sering kali identik dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Namun sebenarnya, ibadah ini tidak terbatas pada waktu tertentu saja dan dapat dilakukan di bulan-bulan lainnya, termasuk Syawal.

I'tikaf adalah aktivitas berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Selama i'tikaf, seseorang dapat memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, serta menjalankan shalat sunnah.

Para ulama menjelaskan bahwa i'tikaf dapat dilakukan dalam waktu yang singkat maupun lama, mulai dari beberapa jam hingga satu hari penuh. Hal ini menjadikannya amalan yang fleksibel namun tetap bernilai besar.

8. Mempersiapkan Diri untuk Ibadah Qurban

Meskipun ibadah qurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah, persiapannya dapat dimulai sejak bulan Syawal. Menyisihkan sebagian rezeki lebih awal akan memudahkan pelaksanaan ibadah tersebut nantinya.

Banyak orang memilih mengikuti program tabungan qurban agar dapat mempersiapkan dana secara bertahap. Cara ini juga membantu menjaga niat dan komitmen dalam beribadah. Dengan memulai persiapan sejak Syawal, ibadah qurban dapat dilakukan dengan lebih matang dan penuh kesadaran.

9. Melangsungkan Pernikahan

Menikah di bulan Syawal juga termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini berkaitan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ

"Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal." (HR Muslim).

Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab menganggap menikah di bulan Syawal membawa kesialan. Rasulullah SAW kemudian menepis kepercayaan tersebut melalui pernikahannya dengan Aisyah RA. Karena itu, menikah di bulan Syawal bukan sekadar tradisi, tetapi juga memiliki dasar dalam sunnah.

10. Memperbanyak Dzikir dan Doa Harian

Zikir menjadi amalan sederhana namun memiliki dampak besar bagi ketenangan hati. Dengan berzikir, seorang Muslim senantiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitasnya.

Beberapa zikir yang dianjurkan antara lain istighfar, tasbih, tahmid, takbir, serta tahlil. Selain itu, zikir pagi dan petang juga dapat menjadi rutinitas yang membawa ketenangan batin.

Doa-doa harian juga dapat diperbanyak sebagai bentuk permohonan keberkahan dan perlindungan kepada Allah SWT

11. Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadan

Banyak ulama menyebut bahwa salah satu tanda diterimanya ibadah Ramadan adalah ketika seseorang tetap melanjutkan amal baik setelah bulan tersebut berlalu.

Karena itu, bulan Syawal bisa menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk menjaga konsistensi dalam beribadah. Kebiasaan seperti membaca Al-Qur'an, shalat berjamaah, serta sedekah sebaiknya tetap dipertahankan. Dengan menjaga konsistensi ibadah, seorang Muslim dapat membangun hubungan spiritual yang lebih kuat dengan Allah SWT.

12. Menjalin Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Silaturahmi menjadi salah satu tradisi yang sangat kuat di bulan Syawal. Kunjungan ke rumah keluarga, kerabat, maupun tetangga sering kali menjadi bagian dari perayaan Idulfitri.

Selain mempererat hubungan sosial, silaturahmi juga memiliki nilai ibadah yang besar. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Melalui silaturahmi, hubungan yang sempat renggang dapat diperbaiki dan rasa persaudaraan semakin kuat.

13. Bersedekah dan Membantu Sesama

Sedekah tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Amalan ini tetap memiliki nilai besar jika dilakukan secara konsisten di bulan-bulan lainnya, termasuk Syawal.

Bentuk sedekah pun beragam, mulai dari memberikan bantuan kepada anak yatim, berbagi makanan kepada tetangga, hingga berdonasi kepada lembaga sosial.

Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi cara untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan.

Itulah 13 amalan di bulan Syawal yang mudah dilakukan dan memiliki banyak keutamaan. Melalui berbagai amalan tersebut, semangat ibadah yang sudah Insertizen bangun selama Ramadan diharapkan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

(Steffy Gracia/kpr)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement