Advertisement

Tak Ada Lagi Turis Datang, Timur Tengah Rugi hingga Rp10 Triliun per Hari

InsertLive | Insertlive
Dubai
Tak Ada Lagi Turis Datang, Timur Tengah Rugi hingga Rp10 Triliun per Hari/Foto: InsertLive/Dias
Jakarta -

Industri pariwisata di kawasan Timur Tengah tengah menghadapi pukulan besar. Ketegangan geopolitik yang memanas di wilayah tersebut membuat arus wisatawan anjlok drastis, memicu kerugian ekonomi yang fantastis.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah berpotensi kehilangan hingga €515 juta atau sekitar Rp10 triliun per hari akibat sepinya kunjungan turis internasional. 

Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya konflik regional yang membuat banyak wisatawan membatalkan perjalanan ke negara-negara di kawasan tersebut.

Wisatawan Takut Berkunjung

Advertisement

Ketidakpastian keamanan menjadi alasan utama turunnya minat wisatawan. Konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah membuat banyak turis memilih menunda atau bahkan membatalkan rencana liburan mereka.

Padahal, sektor pariwisata selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi banyak negara di kawasan tersebut. Mulai dari hotel, maskapai, restoran, hingga operator tur semuanya ikut terdampak.

Bahkan, proyeksi terbaru memperkirakan jumlah wisatawan yang datang ke Timur Tengah bisa turun antara 11% hingga 27% pada 2026 jika situasi konflik tidak segera mereda. 

Dampaknya Meluas ke Banyak Sektor

Ketika wisatawan berhenti datang, efeknya tidak hanya dirasakan oleh industri perjalanan. Banyak sektor lain ikut terkena imbas, mulai dari transportasi, hiburan, hingga perdagangan lokal.

Di sejumlah destinasi populer seperti Dubai, Doha, hingga kota-kota wisata religi di kawasan tersebut, pelaku usaha mulai merasakan penurunan aktivitas.

Hotel yang biasanya penuh turis kini menghadapi tingkat hunian yang lebih rendah, sementara operator perjalanan kehilangan banyak pemesanan.

Pariwisata Jadi Korban Ketegangan Politik

Situasi ini kembali menunjukkan betapa sensitifnya industri pariwisata terhadap konflik geopolitik. Ketika keamanan menjadi kekhawatiran global, wisatawan cenderung menghindari destinasi yang dianggap berisiko.

Jika ketegangan terus berlanjut, kerugian ekonomi di sektor pariwisata Timur Tengah diperkirakan bisa semakin membengkak dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi kawasan yang selama ini mengandalkan wisata sebagai salah satu penggerak ekonomi, kondisi ini menjadi peringatan bahwa stabilitas politik dan keamanan tetap menjadi faktor kunci bagi kelangsungan industri pariwisata.

(dis)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement