Advertisement

7 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bisa Membantu Membangun Kekayaan

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi menabung
7 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bisa Membantu Membangun Kekayaan/Foto: Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash
Jakarta -

7 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bisa Membantu Membangun Kekayaan

Biaya hidup yang semakin meningkat membuat banyak orang memutar otak untuk mencari segala cara supaya bisa tetap hidup berkecukupan. Salah satu kalangan yang paling terdampak dari fenomena tersebut adalah kaum kelas menengah.

Kelompok menengah sering kali terjepit dalam situasi sulit. Mereka sering dibilang cukup mampu untuk mendapatkan bantuan sosial. Namun di sisi lain, mereka tetap harus berjuang keras dalam menghadapi lonjakan harga karena kondisi keuangan yang pas-pasan.

Meski begitu, tetap memungkinkan bagi kelas menengah untuk naik ke lapisan sosial yang lebih tinggi dengan beberapa kebiasaan tertentu. Melansir dari GOBankingRates, inilah 7 kebiasaan kelas menengah yang bisa membantu membangun kekayaan.

Sisihkan Setengah dari Kenaikan Gaji

Jangan langsung bersikap impulsif ketika mengalami kenaikan gaji. Momen ini justru dapat menjadi kesempatan emas untuk memupuk kekayaan.

Advertisement

Ketika penghasilan meningkat, sisihkan sebagiannya untuk investasi masa depan. Kamu dapat mengalokasikannya ke tabungan pribadi, saham, atau investasi yang menguntungkan. Sedangkan sebagian lainnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Dengan begini, tabungan tetap ikut bertambah meski standar hidup meningkat.

Menabung secara Otomatis

Menabung secara manual yang hanya mengandalkan niat sering kali tidak berjalan secara konsisten. Untungnya, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan kita untuk mengatur sistem otomatis yang langsung menyetorkan sebagian gaji ke rekening khusus.

Biarkan tabungan tumbuh dengan sendirinya. Tidak usah terlalu dipikirkan supaya kita terhindar dari keinginan untuk membelanjakannya. Ketika ada kebutuhan mendesak di masa depan, dana yang tersedia sudah terkumpul jauh melampaui ekspektasi.

Investasi secara Otomatis

Selain tabungan, tidak ada salahnya untuk sekalian menerapkan otomatisasi pada investasi. Sistem transfer rutin ke rekening investasi dapat membantu kita lebih konsisten dan disiplin dalam berinvestasi.

Cara ini efektif untuk membangun aset supaya berjalan stabil tanpa perlu melakukan pembelian secara manual.

Segera Lunasi Tagihan setelah Gajian

Pikiran yang tenang adalah modal utama untuk membuat keputusan keuangan. Ketika pikiran terbebas dari beban "kapan harus bayar listrik?" atau "kapan jatuh tempo bayar kredit?", otak jadi punya ruang lebih untuk berpikir lebih jernih dalam mencari peluang penghasilan tambahan.

Maka dari itu, sebaiknya segera bayar seluruh tagihan penting setelah menerima gaji. Selain untuk menghindari denda keterlambatan, cara ini juga dapat mencegah kita memakai dana untuk hal lain yang bukan prioritas.

Hindari Kebiasaan Mengutang

Kebiasaan mengutang sering kali membuat kita merasa hidup melampaui kemampuan finansial. Di samping itu, bunga dalam kartu kredit dapat menjadi beban tersendiri yang tanpa disadari mengeruk kekayaan secara perlahan.

Sebaiknya, beli barang hanya ketika dana sudah tersedia dan bayarlah secara tunai. Ini merupakan strategi penting untuk memastikan pengeluaran harian tetap terkendali.

Hentikan Langganan yang Tidak Perlu

Banyak pengeluaran kecil yang sebenarnya bisa dipotong tanpa menurunkan standar hidup, misalnya langganan layanan streaming film atau musik yang jarang digunakan.

Meskipun nominalnya cenderung kecil, akumulasi dari dana tersebut sebenarnya bisa tumbuh jauh lebih besar jika dialihkan ke investasi, alih-alih terbuang secara sia-sia untuk layanan yang tidak terpakai.

Jeda Waktu 24 Jam sebelum Berbelanja Non-Prioritas

Terapkan aturan 24 jam sebelum memutuskan untuk membeli barang di luar daftar prioritas. Langkah ini sangat efektif untuk meredam keinginan impulsif. Kita juga dapat menggunakan jeda waktu untuk memastikan apakah barang yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan atau tidak.

Dengan begitu, kita jadi lebih terbiasa untuk berpikir secara rasional saat membeli sesuatu dan tidak mudah tergoda dengan keinginan sesaat.


Investasi secara Otomatis

Ilustrasi sukses bos kaya raya uang ceoIlustrasi sukses bos kaya raya uang ceo/ Foto: Freepik

Selain tabungan, tidak ada salahnya untuk sekalian menerapkan otomatisasi pada investasi. Sistem transfer rutin ke rekening investasi dapat membantu kita lebih konsisten dan disiplin dalam berinvestasi.

Cara ini efektif untuk membangun aset supaya berjalan stabil tanpa perlu melakukan pembelian secara manual.

Segera Lunasi Tagihan setelah Gajian

Pikiran yang tenang adalah modal utama untuk membuat keputusan keuangan. Ketika pikiran terbebas dari beban "kapan harus bayar listrik?" atau "kapan jatuh tempo bayar kredit?", otak jadi punya ruang lebih untuk berpikir lebih jernih dalam mencari peluang penghasilan tambahan.

Maka dari itu, sebaiknya segera bayar seluruh tagihan penting setelah menerima gaji. Selain untuk menghindari denda keterlambatan, cara ini juga dapat mencegah kita memakai dana untuk hal lain yang bukan prioritas.

Hindari Kebiasaan Mengutang

Kebiasaan mengutang sering kali membuat kita merasa hidup melampaui kemampuan finansial. Di samping itu, bunga dalam kartu kredit dapat menjadi beban tersendiri yang tanpa disadari mengeruk kekayaan secara perlahan.

Sebaiknya, beli barang hanya ketika dana sudah tersedia dan bayarlah secara tunai. Ini merupakan strategi penting untuk memastikan pengeluaran harian tetap terkendali.

Hentikan Langganan yang Tidak Perlu

Banyak pengeluaran kecil yang sebenarnya bisa dipotong tanpa menurunkan standar hidup, misalnya langganan layanan streaming film atau musik yang jarang digunakan.

Meskipun nominalnya cenderung kecil, akumulasi dari dana tersebut sebenarnya bisa tumbuh jauh lebih besar jika dialihkan ke investasi, alih-alih terbuang secara sia-sia untuk layanan yang tidak terpakai.

Jeda Waktu 24 Jam sebelum Berbelanja Non-Prioritas

Terapkan aturan 24 jam sebelum memutuskan untuk membeli barang di luar daftar prioritas. Langkah ini sangat efektif untuk meredam keinginan impulsif. Kita juga dapat menggunakan jeda waktu untuk memastikan apakah barang yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan atau tidak.

Dengan begitu, kita jadi lebih terbiasa untuk berpikir secara rasional saat membeli sesuatu dan tidak mudah tergoda dengan keinginan sesaat.



(Astrid Riyani Atmaja/agn)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement