Advertisement

7 Ciri Silent Treatment di Lingkungan Kerja yang Sering Dianggap Sepele

InsertLive | Insertlive
Jealousy, cheating or infidelity in relationship concept. Sad upset couple. No trust. Jealous wife or cheating husband. Married man and woman fighting. Silent treatment and communication problem.
7 Ciri Silent Treatment di Lingkungan Kerja yang Sering Dianggap Sepele/Foto: iStock
Jakarta -

Silent treatment di lingkungan kerja sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi bentuk komunikasi tidak sehat.

Selain itu, sikap ini juga menimbulkan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman dan berdampak buruk untuk rekan satu tim.

Dalam dunia kerja modern, perilaku ini termasuk bagian dari toxic workplace yang berimbas pada mental, produktivitas, hingga hubungan profesional.

Dilihat dari psikologi kerja, silent treatment bisa menjadi bentuk emotional manipulation.

Advertisement

Jika terus terjadi, penting membangun komunikasi terbuka agar konflik tidak merusak kesehatan mental maupun kinerja tim.

Berikut beberapa ciri silent treatment di kantor yang sering terjadi.

1. Sengaja Mengabaikan Komunikasi

Pesan kerja tidak dibalas, email diabaikan, atau pura-pura tidak mendengar saat diajak bicara.

2. Tidak Melibatkan dalam Diskusi Tim

Rekan kerja atau atasan sengaja tidak mengajak rapat, brainstorming, atau keputusan penting.

3. Suasana Mendadak Dingin

Seseorang yang biasanya ramah tiba-tiba berubah cuek tanpa penjelasan.

4. Komunikasi Lewat Orang Lain

Alih-alih bicara langsung, informasi justru disampaikan melalui rekan lain.

5. Kontak Mata Dihindari

Bahasa tubuh menunjukkan penolakan seperti menghindari duduk bersama atau menoleh saat berbicara.

6. Kritik Disampaikan Secara Pasif

Bukan menegur langsung, tetapi menyindir atau diam berkepanjangan.

7. Membuat Korban Merasa Bersalah

Orang yang didiamkan justru dibuat merasa dirinya penyebab masalah.

(dis/dis)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement