Dokter Bedah Kagum Dengan Pandangan Angelina Jolie Soal Bekas Luka Mastektomi
Dokter Bedah Angelina Jolie Sebut Keputusan Soal Bekas Luka sebagai 'Pilihan' Ungkap Proses Penyembuhan yang Tak Terlihat
Aktris peraih Oscar Angelina Jolie kembali membuka kisah personal tentang bekas luka mastektomi gandanya yang dijalani pada 2013.
Dalam wawancara terbaru dengan media Prancis, ia menyebut bekas luka tersebut sebagai sebuah pilihan.
Pernyataan yang kemudian mendapat respons emosional dari dokter bedahnya, Kristi Funk.
Dr. Kristi Funk, yang melakukan operasi mastektomi ganda pada Jolie, membagikan refleksinya melalui Instagram pada 13 Februari.
Ia mengaku tersentuh mendengar cara Jolie memaknai bekas luka di tubuhnya.
"Saya adalah ahli bedahnya. Saya yang membuat bekas luka itu," tulis Funk mengawali unggahannya.
Ia kemudian menyoroti pernyataan Jolie yang menyebut bekas lukanya sebagai pilihan untuk tetap hidup lebih lama demi anak-anaknya.
"Bekas luka saya adalah pilihan yang saya buat untuk tetap tinggal di sini selama mungkin bersama anak-anak saya," kata Jolie dalam wawancara tersebut.
Menurut Funk, pernyataan itu menunjukkan proses penyembuhan yang utuh dan jarang terlihat publik.
"Mendengar dia sekarang menyebutnya sebagai 'Pilihan', karena itu berarti Kehidupan, mengungkapkan lingkaran penuh penyembuhan yang tidak pernah dilihat kebanyakan orang. Ketika saya pertama kali bertemu Angie, dia membuat keputusan yang berani dan sangat pribadi, keputusan yang akan selamanya mengubah tubuhnya, tetapi juga memberinya hampir jaminan hidup bebas kanker payudara," tulisnya.
Funk menegaskan bahwa bekas luka bukanlah cacat, melainkan simbol perjuangan untuk bertahan hidup.
"Bekas luka bukanlah cacat, itu adalah pilihan untuk bertahan hidup, yang terlihat," tambah Funk.
"Bekas luka tersebut menceritakan kisah keberanian, cinta, dan kesempatan kedua," sambungnya.
Dalam wawancara yang sama, Jolie mengaku dirinya justru lebih tertarik pada kisah hidup di balik luka seseorang daripada konsep kesempurnaan tanpa bekas.
"Saya tidak tertarik pada gagasan sempurna tentang kehidupan tanpa bekas luka. Jadi, tidak, saya pikir, hei, Anda tahu, saya melihat bekas luka saya adalah pilihan yang saya buat untuk melakukan apa yang bisa saya lakukan agar bisa tetap di sini selama mungkin bersama anak-anak saya," jelasnya.
"Aku menyukai bekas lukaku karena itu, kau tahu, dan aku bersyukur memiliki kesempatan untuk memilih melakukan sesuatu yang proaktif tentang kesehatanku. Aku kehilangan ibuku saat masih muda, dan aku membesarkan anak-anakku tanpa seorang nenek," sambungnya.
Ibu Jolie, Marcheline Bertrand, meninggal dunia pada 2007 di usia 56 tahun akibat kanker.
Dalam opini terkenalnya bertajuk My Medical Choice yang terbit di The New York Times pada Mei 2013, Jolie mengungkap bahwa ia memiliki mutasi gen BRCA1 yang secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium.
Keputusan menjalani mastektomi ganda pun diambil sebagai langkah pencegahan.
Kini, pengalaman tersebut juga terhubung dengan proyek film terbarunya, Couture, yang berlatar Paris Fashion Week.
Dalam film itu, Jolie memerankan seorang pembuat film yang sedang menghadapi perceraian sekaligus diagnosis kanker payudara.
Film tersebut sebelumnya diputar perdana di Toronto International Film Festival 2025.
Lewat kisah pribadi dan perannya di layar lebar, Angelina Jolie kembali menunjukkan bahwa luka, baik fisik maupun emosional, bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti keberanian untuk memilih hidup.
(ikh/ikh)