Advertisement

Tulisan Pilu Anak SD di NTT Sebelum Bunuh Diri

InsertLive | Insertlive
Menulis cerita.
Tulisan Pilu Anak SD di NTT Sebelum Bunuh Diri /Foto: Thought Catalog/Unsplash
Jakarta -

Siswa kelas IV SD yang berusia 10 tahun di salah satu sekolah dasar di wilayah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, ditemukan tewas tergantung di dahan pohon cengkeh pada 29 Januari kemarin.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat meminta dibelikan buku tulis serta pena pada sang ibu sebesar Rp10 ribu. Permintaan itu tak bisa dipenuhi sang ibu karena kondisi ekonomi yang kekurangan.

Dari keterangan saksi Gregorius Kodo pada CNN, ibunda korban MGT (47) menjelaskan bahwa anaknya sempat menginap di rumah sebelum akhirnya pulang kembali ke rumah neneknya.

Korban ditemukan tewas dengan posisi tempat kejadian perkara tak jauh dari rumah neneknya.

Advertisement

Surat tangan anak SD NTTSurat tangan anak SD NTT/ Foto: Instagram

Ditemukan pula surat tulisan tangan yang dibuat korban sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang ditulisnya menggunakan bahasa Ngada dengan emoji orang berlinangan air mata.

Isi surat untuk sang ibu. Surat itu menyiratkan si anak pamit dan meminta ibunya merelakan kepergiannya. Si anak juga meminta agar sang ibu tak menangisi, mencari dan merindukan dirinya.

Makna Bahasa Ngada

Bahasa Ngada atau Ngadha adalah bahasa Austronesia yang dituturkan di Kabupaten Ngada, Flores bagian tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Ini merupakan salah satu dari enam bahasa di Flores Tengah. Bahasa ini memiliki ciri khas fonologi seperti bunyi implosif retrofleks /ᶑ/ dengan struktur tata bahasa unik tanpa banyak menggunakan prefiks maupun sufiks.

Bahasa Ngada ini juga memiliki dua dialek utama yakni Bomari dan Ngina Mann. Wilayah tutur bahasa Ngada ini ada di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, berbatasan dengan bahasa Riung dan Manggarai.

(dis/fik)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement