Onadio Idap Peter Pan Syndrome, Ini Penjelasannya Menurut Ahli Jiwa
Musisi Indonesia Onadio Leonardo bercerita dirinya mengidap Peter Pan Syndrome. Hal itu terungkap saat pria yang akrab disapa Onad itu melakukan sesi konsultasi kesehatan mental selama menjalani rehabilitasi karena kasus penyalahgunaan narkoba.
Kondisi itu membuat mental Onad terjebak pada usia 20-an. Pasalnya ia menganggap usia tersebut menjadi masa-masa golden age sehingga ia sulit untuk keluar atau move on dari momen tersebut.
Lalu sebenarnya seperti apa penjelasan Peter Pan Syndrome yang dialami Onad menurut ahli jiwa?
Arti Peter Pan Syndrome
Spesialis kesehatan jiwa dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ. menjelaskan Peter Pan Syndrome istilah diagnosis psikologis yang digunakan untuk menggambarkan orang dewasa yang secara emosional atau perilakunya tampak belum dewasa.
Mereka yang mengidap sindrom ini biasanya sulit mengambil sikap seperti orang dewasa mulai dari bertanggung jawab, berkomitmen atau hidup mandiri.
"Sindrom ini tidak ada dalam buku diagnosa resmi DSM-5 (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition) atau PPDGJ 3 (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa), jadi bukan gangguan mental yang bisa dicantumkan sebagai diagnosis oleh psikiater," beber dr. Lahargo dalam laporan dari detikcom.
Kondisi ini biasa dipicu oleh tiga faktor kuat yaitu pola asuh orang tua, faktor psikologis dan lingkungan. Pola asuh orang tua yang terlalu protektif dapat membuat anak kurang belajar tentang tanggung jawab.
Orang tua terus memberikan bantuan pada anak dalam menyelesaikan masalahnya tanpa mengajarkan kemandirian. Hal itu menghambat perkembangan anak.
Sementara dari sisi psikologis, pengidap Peter Pan Syndrome ini bisa merasa cemas, takut gagal, atau tidak siap menghadapi tekanan hidup orang dewasa. Mereka pun bisa langsung menghindar karena merasa tidak nyaman dan mengganggu kondisi emosionalnya.
"Pergaulan atau budaya yang memberi nilai tinggi pada kebebasan, kesenangan, atau citra muda mungkin 'mendorong' seseorang menunda tanggung jawab dewasa," lanjutnya.
(agn/and)