Kecerdasan Anak Lebih Dipengaruhi Ayah atau Ibu? Begini Penjelasannya
Kecerdasan seorang anak kerap dikaitkan dengan kecerdasan orang tuanya. Menurut sains, kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh perpaduan faktor genetik dan lingkungan.
Genetik menentukan potensi dasar seperti memori dan kecepatan berpikir. Sementara itu, faktor eksternal, seperti nutrisi, stimulasi, pendidikan, hingga pola asuh juga berperan penting dalam mengoptimalkan kemampuan intelektual.
Ketika kecerdasan benar dipengaruhi oleh faktor genetik, lantas siapakah yang paling berperan dalam mewarisi kecerdasan anak, ayah atau ibu?
Berdasarkan berbagai studi ilmiah, ibu memiliki peran yang lebih dominan dalam menurunkan kecerdasan secara genetik kepada anak. Alasannya, gen kecerdasan terletak pada kromosom X, dan perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sementara pria hanya satu (XY).
Selain kromosom, mitokondria pada sel telur ibu juga menjadi faktor penting dalam pewarisan kecerdasan. Mitokondria adalah organel sel pusat penghasil energi di sel tubuh, terutama di otak.
Otak manusia sangat haus akan energi untuk menjalankan fungsinya, dan mitokondria memproduksi ATP (adenosin trifosfat) melalui fosforilasi oksidatif, yang mendukung fungsi neuron, kognisi, dan memori.
Studi yang diterbitkan oleh Journal of Translational Medicine juga menyebutkan bahwa mitokondria plasenta berperan penting terhadap perkembangan otak janin.
Nah, seorang anak menerima mitokondria hanya dari ibunya dari sel telur melalui proses pembuahan. Sementara itu, mitokondria di sel sperma ayah umumnya dilepaskan saat pembuahan.
Mitokondria ayah terletak di bagian tengah sel sperma dan berfungsi menyediakan energi untuk pergerakan ekor sperma saat menuju sel telur. Bagian ekor sel sperma akan lepas ketika kepala sperma masuk ke sel telur membawa inti sel (DNA) dan akromosom.
Oleh karena itu, kualitas mitokondria ibu berpengaruh pada efisiensi energi otak, kemampuan kognitif, dan perkembangan sel saraf.
(KHS/fik)