Mirip Tapi Beda, Ini Perbedaan GERD, Tukak Lambung, dan Gastritis
Sakit perut bagian atas, dada terasa panas, atau gampang mual sering kali langsung dianggap sebagai 'maag'. Padahal, keluhan tersebut bisa berasal dari kondisi yang berbeda, seperti GERD, tukak lambung, atau gastritis.
Ketiganya memang punya gejala yang mirip, tapi penyebab dan penanganannya tidak selalu sama. Agar tidak salah mengenali, yuk simak perbedaan dari tiga gangguan pencernaan ini!
Apa Itu GERD?
GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease. GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan karena otot katup di antara lambung dan kerongkongan melemah.
Saat kambuh, GERD bisa menyebabkan sensasi terbakar di dada atau yang disebut heartburn) terutama setelah makan atau saat berbaring.
Gejalah khas:
- Sensasi panas di dada
- Asam atau pahit di mulut
- Batuk kronis
- Mual setelah makan
- Suara serak di pagi hari
Apa Itu Tukak Lambung?
Tukak lambung adalah luka terbuka pada dinding lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Menurut Johns Hopkins Medicine, ulkus atau luka terbuka biasanya dipicu oleh infeksi H. pylori atau penggunaan jangka panjang NSAID yang merusak lapisan pelindung lambung.
NSAID adalah singkatan dari Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs atau Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS), yaitu kelompok obat yang umum digunakan untuk mengurangi peradangan (inflamasi), meredakan nyeri, dan menurunkan demam. Contohnya, Ibuprofen, Aspirin, Naproxen, Diklofenak, Asam Mefenamat, dan Piroxicam.
Gejala:
- Nyeri perut menusuk atau terbakar
- Nyeri memburuk saat perut kosong
- Perih yang mereda setelah makan
- Muntah darah atau BAB hitam (kasus berat)
Apa Itu Gastritis?
Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Kondisi ini bisa bersifat akut (mendadak) atau kronis (berlangsung lama).
Menurut Cleveland Clinic, gastritis kerap disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi (NSAID), alkohol, stres, atau pola makan tidak teratur.
Gejala:
- Nyeri ulu hati
- Perut kembung atau cepat kenyang
- Mual dan muntah
- Nafsu makan menurun
- Perut terasa penuh meski makan sedikit
Perbedaan GERD, Gastritis, dan Tukak Lambung
Intinya, ketiga penyakit ini berbeda. GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan, gastritis adalah kondisi ketika dinding lambung meradang, sementara tukak lambung ditandai adanya luka terbuka pada lambung atau usus dua belas jari.
Dokter Tirta dalam YouTube VINDES menjelaskan, ketiga penyakit ini juga memiliki level yang berbeda.
"Pertama itu dispepsia atau kembung-kembung. Habis itu GERD, reflux asam lambungnya. Reflux yang nggak diurus dengan baik, esofagusnya bisa remuk, terbakar," jelas dokter Tirta.
"Nah, habis itu jadi radang tukak lambung, infeksi, ada bakteri di situ, bakteri Helicobacter. Itu yang parah," lanjutnya.
Cara Mencegah dan Meredakan Gejala
Untuk menjaga lambung tetap nyaman, kamu bisa mulai dari pola hidup yang sederhana, di antaranya:
1. Makan porsi kecil, tapi sering, agar lambung tidak bekerja terlalu berat dalam satu waktu.
2. Hindari dulu makanan pemicu seperti kopi, alkohol, makanan pedas, atau gorengan yang bisa membuat produksi asam lambung meningkat.
3. Jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda beberapa jam sebelum berbaring agar asam lambung tidak mudah naik.
4. Kelola stres, karena stres juga punya peran besar dalam memicu keluhan lambung.
5. Batasi obat antiinflamasi terutama jika dikonsumsi tanpa resep dokter, karena obat jenis ini bisa mengiritasi dinding lambung.
Jangan Self-diagnose!
Gejala lambung sering kali mirip satu sama lain, sehingga sulit memastikan penyebabnya hanya dengan menebak-nebak sendiri. Oleh karena itu, penting untuk tidak melakukan self-diagnose dan mengambil kesimpulan hanya berdasarkan gejala umum.
Jika keluhan terasa mengganggu atau terus berulang, konsultasi dengan dokter adalah langkah paling aman untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat dan penanganan yang sesuai.
(KHS/KHS)