Raffi Ahmad Singgung soal Bayaran Usai Disebut Influencer Pemerintah
Raffi Ahmad buka suara setelah mendapatkan kritik dari warganet karena terlambat menyuarakan kawal putusan MK terkait UU Pilkada. Raffi bahkan dituding menjadi influencer pemerintah.
Dalam program FYP Trans7, Raffi Ahmad mengungkapkan alasannya terlambat menggaungkan Peringatan Darurat. Ia juga menjelaskan momen kebersamaannya dengan Gibran Rakabuming beberapa waktu lalu di Bandung.
"Kenapa Raffi Ahmad nggak ikut posting? Semua orang punya cara berbeda-beda. Jadi kita blusukan di sana juga bukannya apa-apa, emang hari-harinya aku lagi banyak di Bandung. Kayak Pak Zulkifli Hasan, Mas Gibran, punya agenda masing-masing. Kebetulan kemarin ada di tempat yang sama. Jadi orang-orang ngegoreng, ngegoreng," kata Raffi Ahmad.
Soal tudingan menjadi influencer pemerintah, Raffi Ahmad membantah. Ia mengaku tidak mendapatkan bayaran apa pun yang membuatnya pantas disebut influencer pemerintah.
"Kayak aku dibilang, 'Wah Raffi Ahmad influencer-nya pemerintah', aku dibayar saja nggak," ujarnya.
Raffi Ahmad lebih lanjut mengaku berhati-hati dalam menyuarakan kawal putusan MK. Ia khawatir kata-katanya dipolitisasi.
"Apa pun maksudnya, kenapa aku itu selalu bergerak, nggak pernah kalau untuk urusan negara, bukannya aku terlambat. Kita kan harus menyaring dulu, dipolitisir apa nggak. Kayak tadi gini saja aku dipolitisir, 'Wah sama Mas Gibran.' Memang kebetulan aku lagi ada di situ," pungkasnya.