Advertisement

Teuku Wisnu Sebut Pendidikan Agama ke Anak sejak Dini Sangat Penting

Insertlive | Insertlive
Teuku Wisnu
Foto: Instagram @teukuwisnu
Jakarta -

Teuku Wisnu sangat mementingkan pendidikan agama untuk anak-anaknya. Ia pun berusaha untuk selalu menanamkan ilmu agama ke anak-anak sejak usia dini meski membutuhkan usaha keras.

Teuku Wisnu menyebut cara mengajarkan agama ke anak-anak melalui contoh dari kedua orang tuanya.

Dia memiliki prinsip bahwa contoh dari orang tua merupakan pendidikan dasar untuk si kecil.

"Anak-anak alhamdulillah misal Adam untuk pendidikan agama dibilang susah nggak, susah. Susah didikan agama ke anak. Karena pastikan dilihat orang tuanya dulu, orang tuanya masih belajar," ucap Teuku Wisnu saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Advertisement

"Kalau aku pertama gimana suami-istri belajar, aku sama Shireen masih banyak PR. Anak-anak ini paralel sambil jalan. Adam alhamdulillah memang bisa kita kasih pengertian soal agama, pendekatan sama agama, alhamdulillah dia bisa ngikutin," sambungnya.

Teuku Wisnu pun bersyukur Adam, putra pertamanya, sudah dapat melaksanakan ibadah shalat serta mengaji. Namun, Teuku Wisnu tak menampik jika kadang anaknya sulit disuruh melaksanakan ibadah.

"Adam 9 tahun sekarang. Insyaallah dia sekarang kalau salat fardu ya, dia salat. Kadang ada waktu-waktu yang memang lagi misalnya kayak lagi main apa, sudah azan, kadang suka kebablasan tuh kalau nggak diingetin, jadi masih tetap harus kita ingetin," tuturnya.

Teuku Wisnu mengaku dirinya tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk melaksanakan ibadah. Terpenting bagi suami Shireen Sungkar itu anak-anaknya mengetahui adanya agama dan Tuhan.

"Kalau sebelumnya yang saya tahu kita kayak memberikan contoh pada anak, salat di depan dia, doa di depan dia, kadang gitu tuh 'Ya Allah kasihlah anakku bisa nahan hawa nafsu makannya'. Intinya soal makanan jadi kita sengaja doa depan anak, tapi di satu sisi anak-anak jadi tahu oh kalau minta apa-apa minta sama Allah dulu baru ngomong sama orangnya," jelas Teuku Wisnu.

"Jadi kalau menurutku, pendekatan agama pada anak tetap harus dilakukan, jadi kalau memaksakan untuk salat itu memang di umur sebelum 7 tahun nggak, tapi kita anjurkan untuk salat. 10 tahun itu ada waktunya anak harus kita kondisikan untuk salat, cuma waktunya ada 3 tahun masa karantina untuk anak kita tahu bahwa sebagai muslim, muslimah harus salat," pungkasnya.

(kpr/syf)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement