Jadi Idola Gen-Z, Sosok Menteri Bahlil yang Atasi Kericuhan Trending

YOA | Insertlive
Jumat, 25 Nov 2022 21:34 WIB
Menteri Bahlil
Jakarta, Insertlive -

Menteri Investasi sekaligus Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia bukan sekali atau dua kali viral di media sosial dalam konteks yang positif. Ia bahkan sekarang menjadi inspirasi Gen-Z karena sikapnya yang kocak tapi menginspirasi.

Menteri Bahlil dikenal dekat dengan mahasiswa di Tanah Air. Kegigihannya dalam menyuarakan semangat berorganisasi cukup diacungi jempol oleh banyak orang.

Beberapa waktu lalu, Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI di Solo sempat terjadi kericuhan. Di sanalah Menteri Bahlil menjadi penengah dan mengatasi situasi yang carut marut dengan menenangkan peserta yang merangsek ke depan panggung.


"Tenang dulu, jangan ada yang bicara dulu tolong. Dinda, tolong Abang lagi rapat dengan Bang Latif, supaya kita tahu apa masalahnya supaya kita selesain. Tolong kembali ke tempat duduk," ujar Bahlil dikutip dari siaran langsung HIPMI TV.

Menteri Bahlil mengaku sedih atas kericuhan yang terjadi. Ia merasa citra HIPMI di mata generasi muda nantinya bisa rusak.

"Saya mati pun nggak apa-apa tapi jangan korbankan HIPMI. Saya nggak mau karena arogansi pribadi-pribadi, HIPMI dikorbankan. Ini aset negara. Banyak anak-anak muda yang ingin berorganisasi," ucap Menteri Bahlil di depan anggota HIMPI.

Lantas, siapa Menteri Bahlil yang sempat trending di Twitter dengan kemunculan tagar #KonsolidasiHIPMI dan Mantap Pak Bahlil?

Profil Menteri Bahlil Lahadalia

Menteri BahlilMenteri Bahlil/ Foto: Instagram/bahlillahadalia

Bahlil Lahadalia adalah pria yang lahir dari keluarga sederhana. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci pakaian di rumah orang, sementara sang ayah adalah buruh bangunan dengan gaji kecil.

Bahlil yang lahir di Maluku dulunya sekolah di SD Inpres. Ia menyelesaikan pendidikan tingkap SMP dan SMA di Fak-Fak, Papua Barat.

"Karena orang tua saya susah, sejak kecil saya udah cari duit sendiri. Jualan kue. Pagi-pagi subuh ibu saya buat kue, saya jual pagi-pagi. Itu SD. Kemudian SMP, saya kondektur angkot. Dari kondektur jadi supir. Hidup di terminal aja ada pangkatnya," jelas Bahlil dikutip dari situs Universitas Brawijaya.

Bahlil menjelaskan, hidup di terminal adalah tempat yang sangat keras. Ia sejak kelas 1 SMP bekerja di lingkungan yang keras dan jika sedang sekolah, sorenya adalah waktunya untuk bekerja.

"Setelah itu saya kuliah ke Jayapura. Dari Jayapura ke Fak-Fak itu saya naik kapal perintis. Muatannya ada ayam, kambing dan lain-lain. Ya saya kuliah di sana," bebernya.

Bahlil tinggal di asrama dan sambil kerja. Ia pernah menjadi loper koran dan aktif sebagai aktivis HMI serta pernah juga menjabat sebagai Ketua Senat.

"Saya pernah dipenjara bukan karena ambil hak orang, karena pergerakan mahasiswa tahun 98 waktu itu," ungkapnya.

Ia juga menerangkan yang memiliki titel maha hanya dua, yakni Tuhan yang Maha Kuasa dan mahasiswa.

"Artinya adik-adik ini siswa yang paling besar. Karena itu diberikan kewenangan melebihi yang lain," ucapnya.

Bahlil kemudian ke masuk dunia usaha dan menjadi pengusaha sukses. Alasannya tertarik masuk ke dunia pengusaha karena capek dengan kemiskinan.

"Bayangkan dari lahir sampai mahasiswa, saya kuliah 7 tahun. Hampir tidak lulus gara-gara asyik jadi aktivis. Hampir 26 tahun, ekonomi saya susah," katanya.

Dunia usaha yang didalami Bahlil dimulai dari bawah. Hingga pada akhirnya ia masuk menjadi pengurus HIPMI daerah dan masuk ke Jakarta hingga menjadi Ketum HIPMI.

"Saya katakan kampus tidak menjamin kualitas mahasiswa. Yang menjamin kualitas mahasiswa adalah mahasiswa nya sendiri," urai Bahlil.

"Jangan kuliah cari ijazah. Kalau begitu berhentilah kalian. Jadi kuliah untuk menjadi PNS. Jangan. Carilah ilmu. Siapkan diri. Maka pekerjaan yang akan mencari adik-adik. Saya memposisikan diri seperti itu," pungkas Bahlil.

(yoa/kmb)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER