Advertisement

Soal Kasus Anjing Mati di Aceh, Guntur Romli: Wisata Halal untuk Apa?

Agustin Dwi Anandawati | Insertlive
Soal Kasus Anjing Mati di Aceh, Guntur Romli: Wisata Halal untuk Apa?
Soal Kasus Anjing Mati di Aceh, Guntur Romli: Wisata Halal untuk Apa?/Foto: Twitter/GunRomli
Jakarta -

Soal Kasus Anjing Mati di Aceh, Guntur Romli: Wisata Halal untuk Apa?

Politikus sekaligus aktivis Mohamad Guntur Romli ikut memberikan tanggapan soal kasus anjing Canon yang mati di Aceh.

Guntur Romli sempat menyinggung kasus itu lewat cuitannya di Twitter. Ia menyebut kenapa harus menggunakan cara haram demi membangun wisata halal.

"Sherinna juga mempermasalahkan lagi lah itu di pasar Tomohon anjing-anjing dimakanin, di Manado itu makanan nah kenapa di Aceh kejadian seperti ini diributkan. Anjing dimakan oleh sebagian orang di Indonesia," kata Deddy Corbuzier di video podcastnya.

"Saya tweet kok wisata halal kok pakai cara yang haram, haram yang saya maksud adalah melakukan penyiksaan terhadap binatang sampai mati, tidak bisa bernapas ini kan cara yang haram menyiksa binatang. Binatangnya apa pun," balas Guntur Romli pada Deddy Corbuzier.

Advertisement

Ia juga menyinggung tentang adab penyembelihan hewan kurban yang tidak sampai menyiksa hewan tersebut.

"Bicara soal adab menyembelih kurban senjata harus tajam, senjata tidak boleh diperlihatkan kepada binatang ada adab, ada tata caranya lah ini kok sudah dirantai dimasukkan ke dalam sebuah tempat di tutup, kehabisan napas ya pasti akan mati itu fakta yang ada," bebernya.

Baca halaman selanjutnya.


Wisata Halal Tidah Diperlukan?

Mohamad Guntur Romli juga mempertanyakan soal kehadiran wisata halal yang dibangun di Aceh.

Pasalnya wisata halal dibangun di wilayah yang memiliki mayoritas masyarakat non-Islam. Sementara Aceh merupakan kota yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam.

"Wisata halal itu sebagai bentuk dari kampanye pariwisata untuk daerah yang mayoritas non-muslim misalnya di Jepang, Taiwan, Korea, Eropa mereka punya muslim frendly tourism atau wisata halal, tujuannya agar orang muslim tidak bingung ini daerah non-muslim maka disebut dengan wisata halal," papar Guntur Romli.

"Sekarang Aceh itu sudah menerapkan sangat Islam katanya, wisata halal itu untuk apa wong itu sudah disebut daerah Islam. Kita ke Arah Saudi tiak ada wisata halal karena itu adalah sumber daripada Islam jadi ini salah kaprah menurut saya jadi. Di Indonesia yang mayoritas muslim tidak membutuhkan wisata halal ini," lanjutnya.

[Gambas:Video Insertlive]



(agn/syf)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement