Advertisement

Jonatan Christie Dedikasikan Debut di Olimpiade untuk Mendiang Sang Kakak

arm | Insertlive
Indonesia's Jonathan Christie plays against Aram Mahmoud of the Refugee Olympic Team during their men's singles badminton match at the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 24, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)
Jonatan Christie Dedikasikan Debut di Olimpiade untuk Mendiang Sang Kakak (Foto: AP/Dita Alangkara)
Jakarta -

Jonatan Christie Dedikasikan Debut di Olimpiade untuk Mendiang Sang Kakak

Jonatan Christie menjadi salah satu atlet bulutangkis tunggal pria yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

Perdana bertanding di Olimpiade, pria yang akrab disapa Jojo ini mendedikasikan debutnya ini untuk mendiang sang kakak.

"Ini untuknya dan saya ingin melakukan yang terbaik untuknya," kata Jojo seperti dikutip dari Olympics.

Jojo pun mengenang masa-masa sulit saat kakaknya meninggal usai terpapar COVID-19 awal tahun ini.

Advertisement

Kala itu Jojo tengah bertanding di Thailand Open pada Februari lalu.

Siapa sangka, di Indonesia kakak, ayah dan ibu pria berusia 23 tahun ini sakit hingga harus masuk rumah sakit.

Setibanya di Indonesia, Jojo harus merawat mereka hingga akhirnya sang kakak meninggal dunia.

"Ibu dan ayah saya sakit pada saat yang sama, tetapi di rumah sakit yang berbeda dengan saudara laki-laki saya," katanya.

"Saya pergi ke rumah sakit ayah dan ibu saya, dan kemudian di malam hari saya pergi ke rumah sakit saudara laki-laki saya, jadi saya harus meluangkan waktu untuk mereka," sambung Jojo.

Baca halaman selanjutnya.


Rahasiakan Kematian Sang Kakak dari Orang Tua

Oleh karena berbeda rumah sakit, orang tua Jojo pun tidak mengetahui bahwa salah satu putranya telah meninggal dunia.

“Setelah kakak saya meninggal, saya belum memberi tahu ibu dan ayah saya selama mungkin satu minggu,” aku Jojo.

“Saya menyimpannya sendiri. Setelah ayah dan ibu saya baik lagi, maka saya harus memberi tahu mereka. Tentu saja, ibu saya banyak menangis," kenangnya.

Namun, kondisi kedua orang tuanya kini telah membaik. Jojo pun kembali semangat untuk bertanding di lapangan.

“Ibuku dan ayahku baik (sekarang), dan hari ini kami tetap terhubung untuk mereka. Mereka senang melihat saya di Olimpiade,” tuturnya.

Sayangnya, impian Jojo untuk membawa medali di olimpiade Tokyo 2020 kandas usai dikalahkan wakil China, Shi Yuqi.

[Gambas:Video Insertlive]



(arm/arm)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement