Advertisement

Film 'Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings' Hanya Rilis di Bioskop

ikh | Insertlive
Shang-Chi and The Legend of the Ten Rings
Film 'Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings' Hanya Rilis di Bioskop / Foto: (dok. Marvel)
Jakarta -

Film 'Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings' Hanya Rilis di Bioskop

Disney telah mengkonfirmasi bahwa film superhero Marvel 'Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings' hanya akan dirilis di bioskop.

CEO Bob Chapek mengumumkan bahwa film Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings akan dirilis secara eksklusif di bioskop selama 45 hari.

Dilansir dari Variety, film ini baru akan ditampilkan pada layanan streaming setelah jadwal rilis di bioskop selesai.

Chapek berujar bahwa keputusan itu diambil berdasarkan pada tanda-tanda meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk kembali menonton film di bioskop.

Film Shang Chi akan menjadi rilisan bioskop pertama Disney sejak film abad ke-20 The New Mutants.

Sedangkan film Black Widow yang rencananya dirilis pada 9 Juli akan menjadi film Marvel terakhir yang ditayangkan di bioskop dan di Disney + secara bersamaan.


Film Marvel Pertama yang Angkat Pahlawan Berdarah Asia

Film Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings rencananya akan dirilis di bioskop pada 3 September mendatang.

Dalam film ini aktor Simu Liu akan mengambil peran sebagai Master of Kung Fu dan berusaha menghadapi masa lalu yang ingin dia tinggalkan.

Film Shang-Chi And The Legend of the Ten Rings akan menjadi film MCU pertama yang berpusat pada seorang pahlawan super berdarah Asia.

Film ini juga dibintangi oleh Fala Chen sebagai Jiang Li, Meng'er Zhang sebagai Xialing, Florian Munteanu sebagai Razor Fist, Ronny Chieng sebagai Jon Jon dan Michelle Yeoh sebagai Jiang Nan.

Advertisement

“Ada banyak pengulangan Shang-Chi di seluruh komik, tapi selalu ada hubungan inti antara dia dan ayahnya yang sangat rumit - dan itu adalah sesuatu yang benar-benar saya kaitkan ,” kata sutradara Destin Daniel Cretton dilansir dari NME.

“Itu adalah bagian besar dari apa yang saya kemukakan: menggunakan film untuk mengeksplorasi psikologi seorang anak yang dilatih menjadi pembunuh ketika dia masih muda. Sekarang setelah dia keluar dari itu, bagaimana dia belajar untuk mendefinisikan kembali dirinya sendiri di dunia dan menemukan keseimbangan seperti apa seharusnya hubungannya dengan ayahnya?,” tutup Destin.



(ikh/ikh)

Komentar

!nsertlive

Advertisement