Advertisement

Pengakuan Priyanka Chopra soal Agama dan Tuhan yang Bikin Heboh

Agustin Dwi Anandawati | Insertlive
Priyanka Chopra
Pengakuan Priyanka Chopra soal Agama dan Tuhan yang Buat Heboh (Foto: Instagram/priyankachopra)
Jakarta -

Pengakuan Priyanka Chopra soal Agama dan Tuhan yang Bikin Heboh

Priyanka Chopra mengikuti jejak Meghan Markle dengan melakukan wawancara yang mendalam dengan Oprah Winfrey.

Dalam wawancara itu Priyanka membongkar masa lalu kelam yang pernah dilewatinya.

Mulai dari hubungan asmaranya dengan sang suami, Nick Jonas, karier di dunia akting, hingga tindakan rasis.

Namun yang menjadi perhatian publik adalah pengakuan Priyanka soal agama dan Tuhan.

Seperti apa pengakuan Priyanka Chopra? Simak beritanya.


1. Ayah Menyanyi di Masjid

Priyanka Chopra langsung diserbu netizen usai pernyataannya yang menyebut mendiang sang ayah, Ashok Chopra, menyanyi di masjid.

"Ayahku dulu bernyanyi di masjid, aku sadar akan Islam," tutur Priyanka dilansir dari News 18.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan dan menuai protes. 

"Mereka tidak menyanyi di dalam masjid. Mereka membaca Al Quran," tulis @Netnob***.

Advertisement

"Nggak ada orang yang bernyanyi di dalam masjid!," tulis @IamMadhu***.


2. Marah Pada Tuhan

Priyanka mengaku sempat marah pada Tuhan. Hal itu terjadi ketika ia merasakan kesedihan yang mendalam kala sang ayah meninggal dunia.

Priyanka harus kehilangan sang ayah pada 10 Juni 2013 silam. Ashok meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker.

Kepergian sang ayah membuat Priyanka kecewa dan marah. Hal itu bahkan membuat hubungannya dengan Tuhan berubah.

"Saya sangat marah. Hubungan saya dengan Tuhan sedikit berubah saat itu," bebernya mengungkapkan.

Namun ia sadar Tuhan juga lah yang menjadi penyelamatnya dari masa-masa kelam itu. Priyanka merasa imannya benar-benar diuji saat itu.

"Tapi kemudian di saat yang sama pula, saya merasa Tuhan lah penyelamatku, keluar dari masa-masa kelam itu. Di masa itu iman saya benar-benar diuji. Saya pergi ke setiap kuil yang saya suka kunjungi. Saya berdoa dan berdoa. Saya menemui doktor, terapis, untuk membantu mental saya," cerita Priyanka.


3. Tindakan Rasis di SMA

Selain membahas soal agama dan Tuhan, Priyanka juga membagikan cerita soal tindakan rasis yang dialaminya sewaktu Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selama menjalani pendidikan, Priyanka mendapatkan perundungan dan intimidasi dari teman sekolahnya.

Tindakan rasis yang diterima saat remaja itu bahkan sempat menghancurkan semangat Priyanka sampai ingin pindah dari Amerika Serikat.

"Saya pikir sekolah menengah itu sulit di mana saja, bukan? Tapi saya kira ketika saya dibuat untuk merasa, apakah pakaian saya berbau lucu ketika saya berjalan melewati lorong atau apakah orang mencium bau kari atau Anda tahu hal-hal kecil seperti itu pada usia 16 sangat merusak rasa harga diri, perasaan Anda diri," beber Priyanka.

"Tapi pada saat itu, pada usia 16, saya ingat saya seperti, 'Saya tidak ingin tinggal di negara ini.' Saya menelepon ibu saya, dia datang dan kami kembali ke rumah," sambungnya.



(agn/syf)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement