Bams Eks Samsons Akui Hadapi Bertubi-tubi Masalah pada Tahun 2020

kpr - INSERTLIVE
Rabu, 24 Feb 2021 17:58 WIB
Bams Samsons
Jakarta, Insertlive -

Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi Bams. Bagaimana tidak? Mantan vokalis band Samsons itu divonis terkena kanker. 

Pandemi Covid-19 juga menyebabkan bisnis Bams terpaksa harus tutup selama 7 bulan.

"Banget (tahun lalu terberat), berat banget tahun lalu. Ini sudah ganti tahun, tahun lalu itu jadi cerita," ungkap Bams saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (24/2/2021).

Melansir Detikcom, Bams mengungkapkan banyak menghadapai masalah yang bertubi-tubi pada tahun 2020. 

"Karena bertubi-tubi (jadi berat). Tapi, kalau secara terpisah, saya nggak mengalaminya bareng-bareng mungkin saya bisa handle ya. Jadi kan ini karena bareng-bareng ya," imbuhnya. 

"Saya kena kanker, itu saya mengetahui bisnis saya ditutup saya di rumah sakit. Ditutup bulan Maret, bisnis saya for your information, dua bisnis besar saya nggak buka 7 bulan," sebutnya. 


Bams mengaku dirinya mengikuti anjuran pemerintah dalam mengurangi tingkat penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, dia menutup dua bisnisnya selama 7 bulan.

"Karena kami juga warga negara baik kami nggak mau curi-curi (buka) kami mau berlaku baik sebagai warga negara ya kami benar-benar tutup tujuh bulan. Tujuh bulan nggak buka, kita cabang ada puluhan nggak buka 7 bulan," ungkapnya.

"Memang lumayan bukan saya doang, memang menyiksa bukan cuma untuk employee saya, untuk partner-partner saya lumayan parah karena memang lumayan berat. Kalau Corona tambah banyak karena kita, kita juga bukan manusia baik dong," paparnya. 

Lantaran bisnisnya harus ditutup, Bams terpaksa melakukan pengurangan karyawan.


Kini, bisnis Bams perlahan tapi pasti sudah kembali bangkit, tentu saja Bams amat bersyukur akan hal itu.

"Kita kebetulan dibilang kecil tidak, dibilang besar juga tidak. Jadi company kami sudah menuju besar, employee sudah banyak. Puji tuhan partner saya tipenya lebih sayang sama sekitar. Kalau kami mungkin masih bisa makan, tapi kan ada orang-orang yang mengandalkan gaji untuk makan," ceritanya.

"Sekarang senangnya employee menghargai kami. (Bisnis mulai buka) perlahan juga. Kalau langsung buka semua, nanti tutup lagi kasihan pegawainya lagi. Satu-satu kita buka step by step," pungkasnya. 

(kpr/syf)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER