Advertisement

Dekati Standar WHO, Testing COVID-19 RI per Desember Capai 95,35 Persen

Inkana Izatifiqa R Putri | Insertlive
Jaga Jarak
Dekati Standar WHO, Testing COVID-19 RI per Desember Capai 95,35 Persen/Foto: Unsplash/ Liza Poor
Jakarta -

Kapasitas testing atau pemeriksaan COVID-19 di Indonesia terus meningkat hingga pekan ini. Bahkan, sejak Desember jumlah testing di Indonesia telah mencapai 95,35 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan hasil data tersebut merupakan pencapaian tertinggi testing selama pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Tentunya jumlah ini mendekati standar yang ditentukan oleh WHO," ungkap Wiku dikutip dari covid19.go.id, Jumat (11/12).

Ia mengatakan pada prinsipnya, testing dan tracing (pelacakan kasus) adalah dua upaya yang tidak terpisahkan. Keduanya harus dilakukan secara linier dengan treatment (perawatan pasien) lanjutan jika diperlukan.

Advertisement

Oleh karena itu, upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) yang dilakukan pemerintah harus dilakukan secara masif untuk dapat menekan angka kasus dan kematian serta meningkatkan angka kesembuhan nasional.

Dalam hal ini, Satgas COVID-19 mengapresiasi peran laboran yang telah bekerja keras dalam melakukan pemeriksaan spesimen.

"Satgas juga meminta capaian ini tidak membuat kita lengah. Terus tingkatkan pemeriksaan spesimen sehingga deteksi dini kepada mereka yang positif dapat dilakukan dengan baik," ujarnya.

Menurut Wiku, pencapaian testing ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaring lebih banyak kasus agar upaya deteksi dini bisa dilakukan demi menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

Namun ia mengingatkan capaian ini perlu diikuti peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Pasalnya dengan disiplin protokol kesehatan dan testing terus ditingkatkan hingga target WHO maka laju penularan akan bisa ditekan dan tidak ditemukan kasus positif baru.

"Ini adalah target kita bersama," imbuh Wiku.

Lebih lanjut ia menuturkan pemerintah daerah diminta untuk mengatur ulang jumlah laboran dan jam kerja atau shift, sehingga upaya pemeriksaan terhadap spesimen dapat berjalan dengan efektif.

"Segera koordinasikan dengan pemerintah pusat, jika ditemukan kendala yang tidak bisa diselesaikan terkait pemeriksaan spesimen," ungkapnya.

Oleh karena itu, guna menekan kasus COVID-19 di Indonesia, masyarakat diimbau untuk #IngatPesanIbu dengan disiplin 3M yakni #menjagajarak #memakaimasker dan #mencucitangan.

[Gambas:Video Insertlive]



(arm/dia)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement