Didiagnosa Overthinking, Wendy Cagur Stres karena Virus Corona
DIS |
Insertlive
Jakarta
-
Ketika pandemi corona semakin mengkhawatirkan, seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk mengisolasi diri masing-masing di rumah.
Berdiam diri di rumah dalam waktu yang panjang dikatakan dapat mempengaruhi kondisi psikologis. Salah satunya, komedian Wendy Cagur . Sebelum wabah corona, Wendy didiagnosa mengalami gangguan psikologis overthinking atau terlalu berpikir secara berlebihan.
"Kondisi sekarang gue itu sebelum corona di diagnosa sama dokter orangnya overthinking," ujar Wendy Cagur.
Wendy mengatakan tubuhnya akan mengalami drop mendadak jika mendengar sesuatu hal, misalnya soal kabar pesatnya penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.
"Di mana ketika kondisi sekarang, gue mendengar kabar misalnya di sini ada yang kena (virus corona) segala macam, itu tuh gue badan gue otomatis ngedrop. Tiba-tiba kayak orang mau pingsan, bolak balik kamar mandi," ungkap Wendy Cagur.
Lebih lanjut, Wendy mengatakan hal itu karena ia mengalami stres berlebih. Bahkan, Wendy mengenakan jam tangan pendeteksi jantung karena ia trauma saat detak jantungnya tiba-tiba turun.
"Stres. Nah ini kan gue pakai jam tangan ada pendeteksi jantung. Tiba-tiba waktu itu lagi olahraga, ada yang bilang ada korban lagi, itu tanpa disadari detak jantung gue turun ke 70 yang standarnya 95. Biasanya kencang kok ini semakin turun. Gue langsung Whatsapp dokter gue. Katanya aman," ujarnya.
(dis/fik)
Loading ...
Advertisement
"Kondisi sekarang gue itu sebelum corona di diagnosa sama dokter orangnya overthinking," ujar Wendy Cagur.
Wendy mengatakan tubuhnya akan mengalami drop mendadak jika mendengar sesuatu hal, misalnya soal kabar pesatnya penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.
"Di mana ketika kondisi sekarang, gue mendengar kabar misalnya di sini ada yang kena (virus corona) segala macam, itu tuh gue badan gue otomatis ngedrop. Tiba-tiba kayak orang mau pingsan, bolak balik kamar mandi," ungkap Wendy Cagur.
Lebih lanjut, Wendy mengatakan hal itu karena ia mengalami stres berlebih. Bahkan, Wendy mengenakan jam tangan pendeteksi jantung karena ia trauma saat detak jantungnya tiba-tiba turun.
"Stres. Nah ini kan gue pakai jam tangan ada pendeteksi jantung. Tiba-tiba waktu itu lagi olahraga, ada yang bilang ada korban lagi, itu tanpa disadari detak jantung gue turun ke 70 yang standarnya 95. Biasanya kencang kok ini semakin turun. Gue langsung Whatsapp dokter gue. Katanya aman," ujarnya.
(dis/fik)