5 Fakta Penyakit Kawasaki yang Diidap Anak Selvi Kitty
YOA |
Insertlive
Jakarta
-
Selvi Kitty beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa dirinya kaget dengan kondisi sang anak, Abizard Kavin Sesuno yang mengidap penyakit kawasaki.
Selvi merasa asing dengan penyakit tersebut. Terlebih lagi penyakit kawasaki termasuk salah satu penyakit langka yang jarang terjadi.
"Jadi kawasaki itu semacam virus atau bakteri, enggak ngerti juga, jadi emang demamnya itu bisa yang sampai berapa hari, tanda-tanda di Abizard itu emang udah kawasaki banget, kayak ini (area mulut) merah banget, sama ini (area kelopak mata) kayak ada luka di dalam, ternyata itu kotoran tapi aku pikir kayak ada nanah gitu, udah takut banget," kata Selvi.
Penyanyi dangdut kelahiran Tasikmalaya ini juga sempat khawatir ketika tahu demam kawazaki bisa berakibat fatal terhadap jantung Abizard. Namun ia bersyukur karena Abizard masih bisa ditangani dengan baik oleh dokter.
Oleh karena itu, InsertLive sajikan deretan fakta terkait penyakit kawasaki seperti dilansir dari alodokter:
1. Melalui 3 tahapan
Tahap pertama terjadi pada minggu ke-1 sampai minggu ke-2. Pada tahap ini, gejala yang muncul adalah demam selama lebih dari 3 hari, bibir dan lidah kering, Ruam kemerahan muncul di hampir seluruh bagian tubuh.
Tahap kedua uncul pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4. Gejala pada tahap kedua yaitu diare, muntah, sakit perut, sakit kepala, tubuh terasa lelah, nyeri dan pembekakan pada sendi.
Tahap ketiga terjadi pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6, ditandai dengan mulai meredanya gejala. Meskipun demikian, kondisi anak masih lemas dan mudah lelah. Butuh waktu setidaknya 8 minggu sampai kondisi anak kembali normal.
2. Harus ke Dokter
Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan jantung permanen, sehingga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak bila anak mengalami demam lebih dari tiga hari, terutama bila disertai gejala berikut: kedua mata kemerahan, lidah membekak dan memerah, telapak tangan dan kaki kemerahan, muncul ruam di kulit, kulit mengelupas.
Bila terkena penyakit Kawasaki, ikutilah anjuran dokter untuk kontrol rutin hingga 6 bulan setelah terkena penyakit.
3. Penyebab Terjadinya Penyakit
Sampai saat ini, penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti. Meski gejala awalnya mirip dengan penyakit infeksi, namun belum dapat dibuktikan bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi. Selain itu, penyakit Kawasaki juga tidak menular dari orang ke orang.
Penyakit Kawasaki diduga terkait dengan kelainan genetik, yang diturunkan dari orang tua. Berdasarkan penelitian, penyakit ini lebih berisiko dialami anak usia balita, terutama yang berjenis kelamin laki-laki.
4. Diagnosis Penyakit
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk menentukan seorang anak menderita penyakit Kawasaki. Setelah menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik pada anak, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain yang menimbulkan gejala yang sama dengan penyakit Kawasaki, serta melihat apakah penyakit sudah menimbulkan komplikasi pada jantung.
5. Pengobatan Penyakit
Penyakit Kawasaki harus diobati sesegera mungkin, terutama saat anak masih mengalami demam. Pengobatan bertujuan untuk mencegah kerusakan pada jantung, serta meredakan peradangan dan demam. Metodenya meliputi: suntik gammaglobulin (IVIG), pemberian aspirin, dan pemberian kortikosteroid.
(yoa/yoa)
Loading ...
Selvi merasa asing dengan penyakit tersebut. Terlebih lagi penyakit kawasaki termasuk salah satu penyakit langka yang jarang terjadi.
Advertisement
"Jadi kawasaki itu semacam virus atau bakteri, enggak ngerti juga, jadi emang demamnya itu bisa yang sampai berapa hari, tanda-tanda di Abizard itu emang udah kawasaki banget, kayak ini (area mulut) merah banget, sama ini (area kelopak mata) kayak ada luka di dalam, ternyata itu kotoran tapi aku pikir kayak ada nanah gitu, udah takut banget," kata Selvi.
Penyanyi dangdut kelahiran Tasikmalaya ini juga sempat khawatir ketika tahu demam kawazaki bisa berakibat fatal terhadap jantung Abizard. Namun ia bersyukur karena Abizard masih bisa ditangani dengan baik oleh dokter.
Oleh karena itu, InsertLive sajikan deretan fakta terkait penyakit kawasaki seperti dilansir dari alodokter:
1. Melalui 3 tahapan
Tahap pertama terjadi pada minggu ke-1 sampai minggu ke-2. Pada tahap ini, gejala yang muncul adalah demam selama lebih dari 3 hari, bibir dan lidah kering, Ruam kemerahan muncul di hampir seluruh bagian tubuh.
Tahap kedua uncul pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4. Gejala pada tahap kedua yaitu diare, muntah, sakit perut, sakit kepala, tubuh terasa lelah, nyeri dan pembekakan pada sendi.
Tahap ketiga terjadi pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6, ditandai dengan mulai meredanya gejala. Meskipun demikian, kondisi anak masih lemas dan mudah lelah. Butuh waktu setidaknya 8 minggu sampai kondisi anak kembali normal.
2. Harus ke Dokter
Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan jantung permanen, sehingga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak bila anak mengalami demam lebih dari tiga hari, terutama bila disertai gejala berikut: kedua mata kemerahan, lidah membekak dan memerah, telapak tangan dan kaki kemerahan, muncul ruam di kulit, kulit mengelupas.
Bila terkena penyakit Kawasaki, ikutilah anjuran dokter untuk kontrol rutin hingga 6 bulan setelah terkena penyakit.
3. Penyebab Terjadinya Penyakit
Sampai saat ini, penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti. Meski gejala awalnya mirip dengan penyakit infeksi, namun belum dapat dibuktikan bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi. Selain itu, penyakit Kawasaki juga tidak menular dari orang ke orang.
Penyakit Kawasaki diduga terkait dengan kelainan genetik, yang diturunkan dari orang tua. Berdasarkan penelitian, penyakit ini lebih berisiko dialami anak usia balita, terutama yang berjenis kelamin laki-laki.
4. Diagnosis Penyakit
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk menentukan seorang anak menderita penyakit Kawasaki. Setelah menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik pada anak, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain yang menimbulkan gejala yang sama dengan penyakit Kawasaki, serta melihat apakah penyakit sudah menimbulkan komplikasi pada jantung.
5. Pengobatan Penyakit
Penyakit Kawasaki harus diobati sesegera mungkin, terutama saat anak masih mengalami demam. Pengobatan bertujuan untuk mencegah kerusakan pada jantung, serta meredakan peradangan dan demam. Metodenya meliputi: suntik gammaglobulin (IVIG), pemberian aspirin, dan pemberian kortikosteroid.
(yoa/yoa)