Psikolog Sebut Pelaku Kekerasan Hubungan Pacaran Miliki Gangguan Emosi
madeline mekel |
Insertlive
Jakarta
-
Sebuah kasus kekerasan dalam hubungan asmara yang dirasakan oleh Kesha Ratuliu beberapa waktu lalu, membuat banyak orang takut. Pasalnya, kekerasan tersebut ternyata menurut psikolog memiliki banyak jenisnya.
"Kekerasan dalam hubungan pacaran bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Ada stigma kalo hanya kekerasan fisik padahal tidak. banyak hal dan kadang sulit bisa dideteksi." Mellissa Grace, M.Psi., Psikolog, di Cibubur, Sabtu (11/1).
Beberapa faktor seperti secara hormon, genetik, pola asuh serta cara pelaku ketika berinteraksi dengan orang yang penting dalam hidupnya. Selain itu, tontonan mereka juga bisa mempengaruhi sifat tersebut.
Namun, paling penting menurut psikolog adalah setiap pelaku kekerasan dalam hubungan pacaran biasanya memiliki gangguan emosi yang cukup besar.
"Apapun penyebabnya, yang pasti punya hambatan gangguan emosi. Mungkin saja, orang-orang ini butuh penanganan khusus dalam kondisi klinis yang dialaminya." ucap Mellissa lagi.
(nap/nap)
Loading ...
"Kekerasan dalam hubungan pacaran bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Ada stigma kalo hanya kekerasan fisik padahal tidak. banyak hal dan kadang sulit bisa dideteksi." Mellissa Grace, M.Psi., Psikolog, di Cibubur, Sabtu (11/1).
Advertisement
Beberapa faktor seperti secara hormon, genetik, pola asuh serta cara pelaku ketika berinteraksi dengan orang yang penting dalam hidupnya. Selain itu, tontonan mereka juga bisa mempengaruhi sifat tersebut.
Namun, paling penting menurut psikolog adalah setiap pelaku kekerasan dalam hubungan pacaran biasanya memiliki gangguan emosi yang cukup besar.
"Apapun penyebabnya, yang pasti punya hambatan gangguan emosi. Mungkin saja, orang-orang ini butuh penanganan khusus dalam kondisi klinis yang dialaminya." ucap Mellissa lagi.
(nap/nap)