Bahaya GHB, Obat Bius yang Dipakai Reynhard Sinaga Jerat Korban
Edward J.A. Ginting |
Insertlive
Jakarta
-
Reynhard Sinaga divonis seumur hidup oleh Pengadilan Manchester pada Senin (6/1) atas kasus pemerkosaan 48 pria di Inggris. Dalam menjerat korbannya, Reynhard menggunakan obat bius berjenis GHB atau gamma-hydroxybutyric acid agar korbannya tak sadarkan diri dan ia bebas melakukan aksi bejatnya.
Berdasarkan keterangan dari dokter sekaligus seksolog, Dokter Boyke, jenis obat bius yang digunakan Reynhard tergolong obat keras. Bahkan, penggunanya bisa mengalami gangguan paru-paru hingga meninggal dunia.
Dokter Boyke bahkan bingung dari mana Reynhard Sinaga mendapatkan obat keras itu.
"Yang saya bingung itu obatnya dapat dari mana gitu, apa mungkin dia (Reynhard Sinaga) cerdas dia bisa meracik obat-obatan seperti itu," ucap Dokter Boyke heran.
"Ekstasi di mana-mana pun tetap itu sama di Indonesia itu obat-obat terlarang, obat-obat masuk ke golongan narkoba," sambungnya.
Dokter Boyke juga menjelaskan fungsi obat GHB itu. Dalam penggunaan yang ringan, obat itu bisa melepaskan rasa stres dan depresi seseorang namun efek dari pemakaian obat itu adalah gairah seks yang meningkat.
"Sebenernya fungsinya obat cair itu dalam dosis yang ringan sebenernya untuk anti depresan, jadi orang ketika menggunakan obat tersebut dia akan terlepas dari depresinya dan dia merasa euforia," jelasnya.
"Tapi salah satu efeknya adalah gairah seksnya juga meningkat. Tidak ada (merasa) sakit," tutup Dokter Boyke.
(agn/fik)
Loading ...
Berdasarkan keterangan dari dokter sekaligus seksolog, Dokter Boyke, jenis obat bius yang digunakan Reynhard tergolong obat keras. Bahkan, penggunanya bisa mengalami gangguan paru-paru hingga meninggal dunia.
Advertisement
Dokter Boyke bahkan bingung dari mana Reynhard Sinaga mendapatkan obat keras itu.
"Yang saya bingung itu obatnya dapat dari mana gitu, apa mungkin dia (Reynhard Sinaga) cerdas dia bisa meracik obat-obatan seperti itu," ucap Dokter Boyke heran.
"Ekstasi di mana-mana pun tetap itu sama di Indonesia itu obat-obat terlarang, obat-obat masuk ke golongan narkoba," sambungnya.
Dokter Boyke juga menjelaskan fungsi obat GHB itu. Dalam penggunaan yang ringan, obat itu bisa melepaskan rasa stres dan depresi seseorang namun efek dari pemakaian obat itu adalah gairah seks yang meningkat.
"Sebenernya fungsinya obat cair itu dalam dosis yang ringan sebenernya untuk anti depresan, jadi orang ketika menggunakan obat tersebut dia akan terlepas dari depresinya dan dia merasa euforia," jelasnya.
"Tapi salah satu efeknya adalah gairah seksnya juga meningkat. Tidak ada (merasa) sakit," tutup Dokter Boyke.
(agn/fik)