Simak Kilas Balik Perjalanan Karier Ria Irawan sebagai Pekerja Seni Indonesia
YOA |
Insertlive
Jakarta -
Aktris yang berpulang pada usia 50 tahun tersebut dikenal sebagai pribadi yang menolak berhenti berkarya.
Almarhum selalu memberikan kontribusi karya di ranah sinema dan seni Indonesia.
Berikut ini Insertlive sajikan kilas balik kisah perjalanan karier Ria Irawan.
Berawal dari figuran, kariernya berlanjut dalam film selanjutnya yaitu Bebas Kasih. Kemudian Ria melanjutkan bakatnya lagi dalam film Fajar Menyingsing bersama Erwin Gutawa pada tahun 1975.
Kepiawaiannya dalam berakting membuat Ria terus melebarkan sayapnya. Pada tahun 1976, Ria bermain dalm film Chicha bersama Chicha Koeswoyo.
Kemudian, Ria kembali melebarkan sayapnya di industri labar kaca dalam film Bila Saatnya Tiba yang membuatnya dinobatkan dalam nominasi Festival Film Indonesia 1986 pada kategori Aris Wanita Terbaik.
Pada tahun 2006, nominasi tersebut kembali Ria dapatkan lewat film Berbagi Suami.
Bungsu lima bersaudara dari Bambang dan Ade Irawan ini juga pernah berkolaborasi dengan Rano Karno melalui dua album dangdut berjudul Hiasan Mimpi dan Sorga Dunia.
Tak hanya dangdut, ada juga album pop berjudul Setangkai Anggrek Bulan dan Di Antara Hatiku Hatimu.
Namun tak sampai di situ, Ria juga pernah membentuk trio bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa.
Kecintaannya terhadap gambar membuatnya terjun dalam dunia penyutradaraan video klip. Ria pernah menggarap video klip Anggun C. Sasmi dan banyak penyanyi Tanah Air lainnya.
Penyakit kanker getah bening yang diidapnya membuat Ria harus mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (6/1) pagi. Ria akan disemayamkan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
(yoa/syf)
Loading ...
Simak Kilas Balik Perjalanan Karier Ria Irawan sebagai Pekerja Seni Indonesia
Dunia hiburan Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Kali ini, aktris senior Ria Irawan meninggal dunia pada Senin (6/1) pagi.Aktris yang berpulang pada usia 50 tahun tersebut dikenal sebagai pribadi yang menolak berhenti berkarya.
Almarhum selalu memberikan kontribusi karya di ranah sinema dan seni Indonesia.
Berikut ini Insertlive sajikan kilas balik kisah perjalanan karier Ria Irawan.
Akting Sejak Usia 4 Tahun
Ria Irawan adalah putri dari pasangan aktor senior Bambang Irawan dan Ade Irawan. Wanita yang bernama asli Chandra Ariati Dewi Irawan itu lahir pada 24 Juli 1969.
Advertisement
Berawal dari figuran, kariernya berlanjut dalam film selanjutnya yaitu Bebas Kasih. Kemudian Ria melanjutkan bakatnya lagi dalam film Fajar Menyingsing bersama Erwin Gutawa pada tahun 1975.
Kepiawaiannya dalam berakting membuat Ria terus melebarkan sayapnya. Pada tahun 1976, Ria bermain dalm film Chicha bersama Chicha Koeswoyo.
Terkenal Setelah Membintangi Film Kembang Kertas
Ria Irawan berhasil membuat penonton memuji aksinya dalam film Kembang Kertas pada tahun 1984. Sejak saat itu puncak ketenaran Ria semakin melonjak drastis.Kemudian, Ria kembali melebarkan sayapnya di industri labar kaca dalam film Bila Saatnya Tiba yang membuatnya dinobatkan dalam nominasi Festival Film Indonesia 1986 pada kategori Aris Wanita Terbaik.
Pada tahun 2006, nominasi tersebut kembali Ria dapatkan lewat film Berbagi Suami.
Mencoba Dunia Tarik Suara
Ria Irawan pernah membuat album bersama grup musik bernama Japras. Album tersebut bahkan meledak di pasaran.Bungsu lima bersaudara dari Bambang dan Ade Irawan ini juga pernah berkolaborasi dengan Rano Karno melalui dua album dangdut berjudul Hiasan Mimpi dan Sorga Dunia.
Tak hanya dangdut, ada juga album pop berjudul Setangkai Anggrek Bulan dan Di Antara Hatiku Hatimu.
Namun tak sampai di situ, Ria juga pernah membentuk trio bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa.
Produser, Fotografer, dan Sutradara
Ria Irawan dikenal sebagai pribadi yang menolak untuk berhenti berkarya. Setelah menjadi aktris dan penyanyi, Ria menjajal dunia balik layar sebagai fotografer.Kecintaannya terhadap gambar membuatnya terjun dalam dunia penyutradaraan video klip. Ria pernah menggarap video klip Anggun C. Sasmi dan banyak penyanyi Tanah Air lainnya.
Penyakit kanker getah bening yang diidapnya membuat Ria harus mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (6/1) pagi. Ria akan disemayamkan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
(yoa/syf)