Tsania Marwa Ingin Damai, Atalarik Syah: Tidak Ada!
YOA |
Insertlive
Jakarta
-
Baru-baru ini, Tsania Marwa mengutarakan bahwa ia ingin berdamai dengan mantan suaminya, Atalarik Syah.
Terkait permintaan damai, Atalarik mengaku belum dihubungi oleh Tsania.
"Jadi dari awal yang merusak perdamaian itu ya dia, jadi ya saya ngakak sekali, dia ingin berdamai tapi merusak perdamaian dirinya sendiri," ujar Atalarik dalam acara Pagi Pagi Pasti Happy.
Dengan tegas, Atalarik mengatakan bahwa permintaan maaf Tsania hanyalah drama yang dibuat oleh stasiun televisi.
"Tidak ada, jadi menurut saya itu semua drama di TV!," kata Atalarik.
"Kalau memang dia punya niat damai kemarin, saya tantang dia, semua yang diucapkan dia di prescon kemarin itu bisa dibalik enggak?," katanya lagi.
Atalarik mengatakan bahwa sebelum Tsania mengajukan perdamaian, ia sudah memaafkan mantan istrinya itu lebih dulu.
Namun, Atalarik telah menganggap perusak perdamaian adalah Tsania sendiri.
"Saya sudah memaafkan dia sebelum meminta berdamai, cuma yang harus disadari ini adalah kita hidup bukan ingin menjalankan maunya kita dong, ada yang mengatur dan ada yang maha mengatur sesungguhnya," kata Atalarik Syah.
(yoa/syf)
Loading ...
Terkait permintaan damai, Atalarik mengaku belum dihubungi oleh Tsania.
Advertisement
"Jadi dari awal yang merusak perdamaian itu ya dia, jadi ya saya ngakak sekali, dia ingin berdamai tapi merusak perdamaian dirinya sendiri," ujar Atalarik dalam acara Pagi Pagi Pasti Happy.
Dengan tegas, Atalarik mengatakan bahwa permintaan maaf Tsania hanyalah drama yang dibuat oleh stasiun televisi.
"Tidak ada, jadi menurut saya itu semua drama di TV!," kata Atalarik.
"Kalau memang dia punya niat damai kemarin, saya tantang dia, semua yang diucapkan dia di prescon kemarin itu bisa dibalik enggak?," katanya lagi.
Atalarik mengatakan bahwa sebelum Tsania mengajukan perdamaian, ia sudah memaafkan mantan istrinya itu lebih dulu.
Namun, Atalarik telah menganggap perusak perdamaian adalah Tsania sendiri.
"Saya sudah memaafkan dia sebelum meminta berdamai, cuma yang harus disadari ini adalah kita hidup bukan ingin menjalankan maunya kita dong, ada yang mengatur dan ada yang maha mengatur sesungguhnya," kata Atalarik Syah.
(yoa/syf)