Usai Dicekal, Ustaz Riza Minta Pemerintah Lakukan Hal Ini
INSERTLIVE |
Insertlive
Jakarta
-
Penceramah ternama Indonesia yaitu Ustaz Riza Muhammad, baru-baru ini sempat dicekal saat hendak berdakwah di Hong Kong. Ia juga tidak mendapatkan pendampingan apapun ketika dicekal di negara tersebut.
Hal ini membuat dirinya mendapatkan beberapa pelajaran untuk panitia agar selalu melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) ketika ingin mengadakan acara yang mengundang penceramah.
Selain itu, Ustaz Riza berharap agar pemerintah memberikan pendampingan bagi warganya ketika mendapatkan masalah di luar negeri.
"Saya berharap, semoga nantinya pemerintah memberikan pendampingan bagi warganya yang butuh. Karena kemarin, saya tidak mendapatkan sama sekali dan bingung." ungkap Ustaz Riza Muhammad, saat tampil di Insert Story, Senin (25/11).
Sekadar informasi, Ustaz Riza Muhammad sempat ditahan oleh Imigrasi Hong Kong saat akan mengisi acara di sana. Ia juga mengaku kecewa karena tidak adanya pihak pemerintah Indonesia yang mendampinginya saat menghadapi masalah tersebut.
Ia juga merasa bingung, lantaran asistennya lolos tanpa ditanya macam-macam. Sementara dirinya harus ditahan sampai 7 jam lama dan akhirnya diberi surat penolakan untuk masuk Hong Kong.
(nap/arm)
Loading ...
Hal ini membuat dirinya mendapatkan beberapa pelajaran untuk panitia agar selalu melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) ketika ingin mengadakan acara yang mengundang penceramah.
Advertisement
Selain itu, Ustaz Riza berharap agar pemerintah memberikan pendampingan bagi warganya ketika mendapatkan masalah di luar negeri.
"Saya berharap, semoga nantinya pemerintah memberikan pendampingan bagi warganya yang butuh. Karena kemarin, saya tidak mendapatkan sama sekali dan bingung." ungkap Ustaz Riza Muhammad, saat tampil di Insert Story, Senin (25/11).
Sekadar informasi, Ustaz Riza Muhammad sempat ditahan oleh Imigrasi Hong Kong saat akan mengisi acara di sana. Ia juga mengaku kecewa karena tidak adanya pihak pemerintah Indonesia yang mendampinginya saat menghadapi masalah tersebut.
Ia juga merasa bingung, lantaran asistennya lolos tanpa ditanya macam-macam. Sementara dirinya harus ditahan sampai 7 jam lama dan akhirnya diberi surat penolakan untuk masuk Hong Kong.
(nap/arm)