Bikin Merinding, Ada Hantu Berkeliaran di Rumah Sakit dan Stasiun MRT
Syafrina Syaaf |
Insertlive
Jakarta -
Berikut tiga tempat legendaris yang paling mengerikan dan angker di Singapura:
Awalnya, rumah sakit ini dibangun sebagai pusat komando Inggris untuk memukul mundur musuh selama lebih kurang 10 tahun.
Perubahan fungsi bangunan menjadi terjadi ketika Jepang berinvasi di Malaysia dan merembet ke Singapura. Dalam dua hari penyerangan taktis, bangunan pun dijadikan rumah sakit.
Rumah sakit yang telah tutup semenjak tahun 1997 ini dibiarkan kosong karena banyak dokter, suster, dan pasien yang mengalami kejadian menyeramkan.
Alhasil, pemerintahan Singapura membiarkannya kosong dan tak terurus.
Salah satu bagian paling mencekam adalah kamar mayat yang dulunya digunakan sebagai ruang penyiksaan selama penjajahan Jepang.
Petugas malam yang berpatroli di sekitar bagian kamar mayat dikabarkan sering mendengar jeritan suara wanita yang merintih kesakitan sampai dengan penampakan hantu yang menyeramkan.
Banyak pengunjung stasiun sering diperlihatkan hantu tanpa kepala. Lalu, tak sedikit penumpang yang merasa melihat penumpang naik, tapi tidak ada refleksi di kaca jendela.
Cerita mistis ini sudah menjadi legenda tersohor sehingga banyak orang Singapura menghindari berhenti atau naik dari stasiun ini lepas tengah malam.
Hantu tanpa kepala tersebut bahkan pernah menjadi pemberitaan di koran kenamaan Singapura pada tahun 1988.
Pemakaman ini dibangun pada tahun 1922 dan diberikan nama sesuai pemilik tanah pertama, George Henry Brown.
Sejumlah saksi mata pernah dibuat ketakutan setengah mati dengan penampakan hantu yang kemudian disebut Hantu Pontianak.
Petugas pemakaman, berdasarkan laporan dari Singapore Guide, mengungkapkan sering kali diperlihatkan hantu Pontianak yang sembunyi-sembunyi di balik pohon.
Suara hantu tersebut seperti seseorang yang ketawa terkekeh dan nyaring sehingga memecah keheningan malam.
(syf/syf)
Loading ...
Bikin Merinding, Ada Hantu Berkeliaran di Rumah Sakit dan Stasiun MRT
Singapura yang dikenal orang Indonesia sebagai surga belanja juga menyimpan rangkaian kisah mistis dan tempat-tempat angker mengerikan.
Advertisement
Berikut tiga tempat legendaris yang paling mengerikan dan angker di Singapura:
Jeritan Hantu Wanita di Old Changi Hospital
Bangunan lama dan usang di Singapura ini menyimpan sejarah panjang. Berdiri semenjak tahun 1930, rumah sakit ini merupakan saksi bisu penjajahan Jepang dan kependudukan Inggris.Awalnya, rumah sakit ini dibangun sebagai pusat komando Inggris untuk memukul mundur musuh selama lebih kurang 10 tahun.
Perubahan fungsi bangunan menjadi terjadi ketika Jepang berinvasi di Malaysia dan merembet ke Singapura. Dalam dua hari penyerangan taktis, bangunan pun dijadikan rumah sakit.
Rumah sakit yang telah tutup semenjak tahun 1997 ini dibiarkan kosong karena banyak dokter, suster, dan pasien yang mengalami kejadian menyeramkan.
Alhasil, pemerintahan Singapura membiarkannya kosong dan tak terurus.
Salah satu bagian paling mencekam adalah kamar mayat yang dulunya digunakan sebagai ruang penyiksaan selama penjajahan Jepang.
Petugas malam yang berpatroli di sekitar bagian kamar mayat dikabarkan sering mendengar jeritan suara wanita yang merintih kesakitan sampai dengan penampakan hantu yang menyeramkan.
Hantu tanpa Kepala di Stasiun MRT Bishan
Bishan MRT Station terkenal sebagai salah satu tempat angker di Singapura. Pasalnya, stasiun MRT ini memang dibangun di atas tanah pemakaman tua, Peck San Theng.Banyak pengunjung stasiun sering diperlihatkan hantu tanpa kepala. Lalu, tak sedikit penumpang yang merasa melihat penumpang naik, tapi tidak ada refleksi di kaca jendela.
Cerita mistis ini sudah menjadi legenda tersohor sehingga banyak orang Singapura menghindari berhenti atau naik dari stasiun ini lepas tengah malam.
Hantu tanpa kepala tersebut bahkan pernah menjadi pemberitaan di koran kenamaan Singapura pada tahun 1988.
Hantu Pontianak di Bukit Brown
Bukit Brown atau populer dengan nama Kopi Sua memang sebuah tempat pemakaman bagi keturunan China.Pemakaman ini dibangun pada tahun 1922 dan diberikan nama sesuai pemilik tanah pertama, George Henry Brown.
Sejumlah saksi mata pernah dibuat ketakutan setengah mati dengan penampakan hantu yang kemudian disebut Hantu Pontianak.
Petugas pemakaman, berdasarkan laporan dari Singapore Guide, mengungkapkan sering kali diperlihatkan hantu Pontianak yang sembunyi-sembunyi di balik pohon.
Suara hantu tersebut seperti seseorang yang ketawa terkekeh dan nyaring sehingga memecah keheningan malam.
(syf/syf)