Bunuh Diri Karena Cyber Bullying Kian Marak, Psikolog Ingatkan Hal Ini

Ilona Tarigan - INSERTLIVE
Kamis, 17 Oct 2019 15:20 WIB
Kasus bunuh diri lantaran cyber bullying kian marak, begini pesan psikolog untuk para korban.
Jakarta, Insertlive - Kematian idol Korea Sulli pada Senin (14/10) memang menggemparkan publik Negeri Ginseng tersebutt hingga dunia. Hal ini lantaran keputusan Sulli bunuh diri diduga dipicu oleh komentar jahat yang ia terima di media sosial atau cyber bullying.

Keinginan bunuh diri lantaran komentar negatif orang lain juga dirasakan Lee Jeong Hoon. Namun beruntung, keinginan artis berkebangsaan Korea Selatan itu dapat dicegah orang terdekatnya.

Menurut psikolog Intan Erlita, komentar negatif itu muncul biasanya dari orang yang tidak bahagia. Mereka pun melontarkan komentar negatif itu lantaran tak senang dengan kebahagiaan orang lain.


Intan ErlitaIntan Erlita/ Foto: Marianus Harmita


"Orang-orang yang suka membully basicnya adalah orang-orang yang tidak bahagia sama dirinya, jadi ketika dia melihat orang lain jauh lebih bahagia dia enggak suka," ungkapnya saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Rabu (16/10).

Namun dalam era digital seperti ini, menurut Intan sulit untuk mengendalikan orang untuk tak berkomentar. Cara paling efektif adalah melakukan tindakan pemblokiran untuk komentar yang dirasa mengganggu.

Intan juga menambahkan bahwa di media sosial mau pun di kehidupan nyata perlu disadari bahwa tak semua orang menyukai kita. Karena ada pula yang membenci.

"Yang perlu dipahami, enggak semua orang suka sama kita, dan kita enggak bisa menahan orang yang benci sama kita. Jadi kalau kita masih bisa mentolerir, lanjutin aja, tapi kita juga jangan memancing dengan postingan yang minta dikomentar negatif, bijaklah dalam bersosial media," pesan Intan.

[Gambas:Video Insertlive]

(dia/fik)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER