Yadi Sembako Beri Pelukan Terakhir Saat Anak Sudah Jadi Jenazah
Kevin Ryanda |
Insertlive
Jakarta
-
Kabar duka menghampiri komedian Yadi Sembako. Pasalnya anak kelima Yadi yang baru lahir kemarin, Kamis (27/9) meninggal dunia akibat gangguan di saluran pernafasannya.
Ditemui di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan, Jum'at (27/9), Yadi Sembako memaparkan kronologi saat anak kelimanya yang berjenis kelamin laki-laki ini meninggal dunia hingga dimakamkan.
Sesaat setelah lahir, anak kelimanya ini langsung diberi nama Muhammad Fadhil Akbar yang diartikan sebagai orang yang memiliki kemuliaan yang besar dan murah hati. Walau merasa ada sesuatu yang janggal, Yadi tetap mengumandangkan azan untuk anaknya.
"Sudah dikasih nama Muhammad Fadhil Akbar yang artinya orang yang memiliki kemuliaan yang besar dan murah hati. Sudah diazankan dan di qamatkan juga. Sempat merasa ada kejanggalan dan langsung setuju untuk dilakukan tindakan yang maksimal," paparnya lebih lanjut.
Namun, setelah dinyatakan ada kejanggalan usai dilahirkan, Yadi pun langsung menyetujui untuk melakukan tindakan maksimal terhadap putranya. Hingga akhirnya sang putranya berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa, ia langsung membawa pulang sang putra untuk disalatkan dan dimakamkan.
"Langsung dibawa pulang dan disalatkan, malam dimakamkan. Tangis keluarga pecah. Setelah menunggu selama sembilan bulan ternyata Allah berkehendak lain. (Saya) gendong (anaknya) untuk terakhir kali ketika sudah wafat," tukasnya.
Seperti yang diketahui, anak kelima Yadi Sembako meninggal dunia kemarin, Kamis (26/9) usai lahir karena gangguan pernafasan.
(dis/dis)
Loading ...
Advertisement
Sesaat setelah lahir, anak kelimanya ini langsung diberi nama Muhammad Fadhil Akbar yang diartikan sebagai orang yang memiliki kemuliaan yang besar dan murah hati. Walau merasa ada sesuatu yang janggal, Yadi tetap mengumandangkan azan untuk anaknya.
Yadi Sembako/ Foto: Kevin Ryanda |
"Sudah dikasih nama Muhammad Fadhil Akbar yang artinya orang yang memiliki kemuliaan yang besar dan murah hati. Sudah diazankan dan di qamatkan juga. Sempat merasa ada kejanggalan dan langsung setuju untuk dilakukan tindakan yang maksimal," paparnya lebih lanjut.
Namun, setelah dinyatakan ada kejanggalan usai dilahirkan, Yadi pun langsung menyetujui untuk melakukan tindakan maksimal terhadap putranya. Hingga akhirnya sang putranya berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa, ia langsung membawa pulang sang putra untuk disalatkan dan dimakamkan.
"Langsung dibawa pulang dan disalatkan, malam dimakamkan. Tangis keluarga pecah. Setelah menunggu selama sembilan bulan ternyata Allah berkehendak lain. (Saya) gendong (anaknya) untuk terakhir kali ketika sudah wafat," tukasnya.
Seperti yang diketahui, anak kelima Yadi Sembako meninggal dunia kemarin, Kamis (26/9) usai lahir karena gangguan pernafasan.
(dis/dis)
Yadi Sembako/ Foto: Kevin Ryanda