Berawal dari Menguburkan Bapak, Dian Sastro Rangkai Puisi 'Hair Dryer'

Syafrina Syaaf - INSERTLIVE
Rabu, 11 Sep 2019 15:04 WIB
Berawal dari Menguburkan Bapak, Dian Sastro Rangkai Puisi 'Hair Dryer'
Jakarta, Insertlive - Kemampuan Dian Sastro dalam memaknai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang sarat makna tak perlu diragukan.

Talenta tersebut kembali dibuktikan pada sebuah acara talkshow di stasiun televisi swasta.

Dian yang sering disapa DisTro ini ditantang untuk membuat puisi dengan tema yang tidak biasa, yakni menciptakan puisi mengenai Hairdryer.

Alih-alih menuturkan puisi yang terkait dengan ritual kecantikan, Dian justru memulainya dengan suatu kisah yang terdengar pilu.

Berikut lirik puisi Hairdryer yang diciptakan oleh Dian Sastro secara spontan:

Tanggal 7 Mei 1995
Saya baru saja menguburkan seorang bapak.
Sekarang kita masuk ke tanggal 9 Mei 1995
Saya kembali ke sekolah sebagai murid SMP kelas 2 di Vincentius (sekolahnya Pak Vincent)

Rasanya berangkat ke sekolah hari itu ada yang berbeda ya
Kalau dulu saya berangkat, enggak, enggak, enggak.. bukan dulu tapi beberapa hari yang lalu
Saya berangkat ke sekolah sebagai anak yang punya orangtua yang lengkap
Tapi kayaknya itu berbeda ya hari ini

Saya sudah enggak bisa bilang hal yang sama lagi tentang hal itu
Bukan, saya bukan seorang anak dengan orangtua yang lengkap
Saya punya ibu, tapi apa saya punya bapak?
Mungkin sudah enggak lagi ya hari ini

Sekolah tetap sama
Teman-teman tetap sama
Mereka namanya sama
Perannya sama
Masuk ke kelas yang sama
Tempat duduk saya tetap sama
Guru tetap sama
Pelajaran tetap sama
Tapi berbeda banget ya hari ini

Apa terus semuanya harus terasa beda? Mungkin enggak juga

Saya pulang hari itu
Pulang sekolah, saya mandi, saya basahin seluruh rambut saya
Sampai pada akhirnya... saya harus keringin

Mau sampai kapan rambut ini basah?
Saya ambil hairdryer...
Keluar anginnya, szzzzzz...
Keluar anginnya bising sekali! bising sekali!
Szzzz hilang enggak ya rasa bedanya? Enggak sih,
Szzzz, hilang enggak, ya?

Masih enggak enak rasanya
Enggak apa-apa deh yang penting rambut saya kering

Dan saya enggak bisa mendengar kepala saya sendiri.

Sontak, puisi yang memiliki awal dan akhiran yang tidak terduga itu membuat banyak orang terpana.

Bahkan, puisi tersebut sempat diunggah ulang sebanyak 6000 kali di Twitter dan mendapatkan 11 ribu likes. (des/des)
KOMENTAR
POPULER