Charly Van Houten Pilih Pendidikan Pesantren untuk Sang Anak
Muammar Febrian |
Insertlive
Jakarta
-
Berbeda dengan kebanyakan artis lain yang biasanya menyekolahkan anaknya ke sekolah umum, Charly Van Houten justru memilih pondok pesantren untuk pendidikan sang anak.
"Kebetulan anak kan di pesantren, di Ciamis," ujar Charly saat ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (25/7s
Keinginan tersebut disebut muncul seiring dengan seringnya vokalis ST12 itu mengajak Restu berkunjung ke beberapa pesantren dan bersilaturahmi dengan para kiai.
"Kebetulan memang di samping aku berentertain di industri musik, aku selalu sambil suka nyempetin ke pondok-pondok pesantren sebelumnya, ke kiai-kiai. Sering anak suka di bawa kalau ada manggung terus silaturahmi ke pondok mana gitu, diajak," ungkapnya.
Meski demikian, Charly tetap membebaskan cita-cita sang anak nantinya, tidak harus menjadi ustaz atau kiai, yang penting sang anak sudah mempunyai bekal agama yang cukup, seperti baca Alquran dan sebagainya.
"Kan sekolah di pondok pesantren itu nggak mesti harus jadi ustaz, nggak mesti harus jadi kiai. Pesantren sekarang sudah mempelajari pelajaran yang lain," ujar Charly.
"Minimal bisa punya dasar agama yang baik, bisa baca Alquran, sebagai pondasi dia. Terserah dia nanti mau jadi dokter kek, mau jadi presiden kek, tapi kita sebagai orang tua tentu masih mengarahkan," sambungnya.
Selain itu, Charly mengungkapkan bahwa sang anak juga memiliki bakat bermusik seperti dirinya. Kalau di musik iya, dia juara nyanyi juga mewakili se-nasional, main drum, main gitar juga," ungkapnya.
(aca/aca)
Loading ...
"Kebetulan anak kan di pesantren, di Ciamis," ujar Charly saat ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (25/7s
Advertisement
Keinginan tersebut disebut muncul seiring dengan seringnya vokalis ST12 itu mengajak Restu berkunjung ke beberapa pesantren dan bersilaturahmi dengan para kiai.
"Kebetulan memang di samping aku berentertain di industri musik, aku selalu sambil suka nyempetin ke pondok-pondok pesantren sebelumnya, ke kiai-kiai. Sering anak suka di bawa kalau ada manggung terus silaturahmi ke pondok mana gitu, diajak," ungkapnya.
Meski demikian, Charly tetap membebaskan cita-cita sang anak nantinya, tidak harus menjadi ustaz atau kiai, yang penting sang anak sudah mempunyai bekal agama yang cukup, seperti baca Alquran dan sebagainya.
"Kan sekolah di pondok pesantren itu nggak mesti harus jadi ustaz, nggak mesti harus jadi kiai. Pesantren sekarang sudah mempelajari pelajaran yang lain," ujar Charly.
"Minimal bisa punya dasar agama yang baik, bisa baca Alquran, sebagai pondasi dia. Terserah dia nanti mau jadi dokter kek, mau jadi presiden kek, tapi kita sebagai orang tua tentu masih mengarahkan," sambungnya.
Selain itu, Charly mengungkapkan bahwa sang anak juga memiliki bakat bermusik seperti dirinya. Kalau di musik iya, dia juara nyanyi juga mewakili se-nasional, main drum, main gitar juga," ungkapnya.
(aca/aca)