Pujian untuk Kaesang Pangarep dari Petinggi Partai Demokrat
Insertlive |
Insertlive
Jakarta
-
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mendapat pujian dari petinggi partai Demokrat usai melayat jenazah Ani Yudhoyono di Kedutaan Besar Singapura, Sabtu (1/6). Pujian tersebut lantaran sikap yang ditunjukkan Kaesang dalam kesempatan tersebut.
Sebelumnya, Kaesang juga mendapat kritik dari beberapa netizen karena melayat dengan mengenakan busana yang dianggap kurang sopan. Namun, dua petinggi Partai Demokrat justru memuji Kaesang atas sikapnya.
"Kemarin, saat Jenazah Ibu Ani dishalatkan di Mesjid KBRI, Kaesang datang. Ia antri menunggu. Saat giliran tiba, ia menunduk takzim dan mencium tangan Pak SBY. Ia bahkan akan mencium tangan EBY dan AHY tapi langsung dipeluk. Anak muda berbudi. Saya terharu menyaksikan momen itu," tulis Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik lewat twitternya @RachlanNashidik pada Minggu (2/5).
"Anak muda itu sebelumnya mengantri bersama masyarakat untuk mendoakan Ibu Ani, anak itu namanya @kaesangp," sambungnya.
Diketahui, Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura di usia 67 tahun. Ia meninggal dunia di National University Hospital Singapura, tempatnya menjalani perawatan atas sakit kanker darah yang dideritanya. Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ani sempat disalatkan dan disemayamkan di KBRI Singapura.
(aca/aca)
Loading ...
Baca Juga : Mengenal Kembali Sosok Ani Yudhoyono |
Sebelumnya, Kaesang juga mendapat kritik dari beberapa netizen karena melayat dengan mengenakan busana yang dianggap kurang sopan. Namun, dua petinggi Partai Demokrat justru memuji Kaesang atas sikapnya.
"Kemarin, saat Jenazah Ibu Ani dishalatkan di Mesjid KBRI, Kaesang datang. Ia antri menunggu. Saat giliran tiba, ia menunduk takzim dan mencium tangan Pak SBY. Ia bahkan akan mencium tangan EBY dan AHY tapi langsung dipeluk. Anak muda berbudi. Saya terharu menyaksikan momen itu," tulis Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik lewat twitternya @RachlanNashidik pada Minggu (2/5).
Advertisement
"Anak muda itu sebelumnya mengantri bersama masyarakat untuk mendoakan Ibu Ani, anak itu namanya @kaesangp," sambungnya.
Diketahui, Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura di usia 67 tahun. Ia meninggal dunia di National University Hospital Singapura, tempatnya menjalani perawatan atas sakit kanker darah yang dideritanya. Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ani sempat disalatkan dan disemayamkan di KBRI Singapura.
(aca/aca)