Duka 4 Presiden Indonesia yang Ditinggal Lebih Dulu Oleh Pasangan
Dini Astari |
Insertlive
Jakarta -
Kepergian Ani Yudhoyono dan kehilangan yang dirasakan SBY mengingatkan kembali kepada rasa kehilangan yang dirasakan oleh para Presiden Indonesia sebelumnya yang juga lebih dulu ditinggal sang belahan jiwa.
Bagaimanakah kisah mereka? Berikut ini Insertlive rangkum duka empat Presiden Indonesia yang kehilangan pasangan hidupnya untuk selama-lamanya.
Ibu Tien meninggal dunia pada 28 April 1996 di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta akibat serangan jantung. Ibu enam orang anak itu lalu dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah, sehari setelah berpulang.
Kepergian Ibu Tien pada saat itu meninggalkan kehilangan mendalam untuk Soeharto. Ibu Tien adalah belahan jiwa Pak Harto sekaligus penasehat yang membantu banyak kebijakan dan proyek yang dilakukan Pak Harto selama menjabat sebagai presiden.
Ainun meninggal dunia di Jerman saat berjuang melawan penyakit kanker ovarium yang ia derita. Ainun pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata begitu jenazahnya sampai di Jakarta, pada 25 Mei 2010.
Kepedihan ditinggal sang istri yang telah mendampingi selama 48 tahun membuat Habibie akhirnya menderita penyakit Psikosomatik malignant. Hal itu ia ungkap dalam buku karangannya, Habibie & Ainun yang terbit pada November 2010.
Kisah cinta pasangan yang menikah pada 12 Mei 1962 pun menjadi panutan bagi pasangan-pasangan di Indonesia. Kecintaan Habibie terhadap Ainun dan dedikasi Ainun terhadap sang suami bahkan diangkat ke layar lebar dengan judul Habibie & Ainun oleh Hanung Bramantyo pada akhir 2012.
Presiden perempuan pertama Indonesia ini kehilangan Taufiq Kiemas pada 8 Juni 2013. Taufiq menghembuskan napas terakhirnya akibat gangguan jantung dan ginjal yang ia derita beberapa tahun belakangan sebelum meninggal.
Sebelum dipisahkan maut, pasangan yang menikah pada Maret 1973 ini selalu saling dukung dalam urusan rumah tangga. Tak hanya itu, Megawati dan Taufiq juga kompak dukung mendukung urusan karier politik mereka berdua.
Ani Yudhoyono meninggal bertepatan pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2019. Kepergian Ibu Ani tentu menorehkan duka mendalam bagi SBY dan keluarga hingga masyarakat Indonesia.
Ani Yudhoyono meninggal usai berjuang melawan penyakit kanker darah yang ia derita beberapa bulan belakangan. Sebelum meninggal, kondisi Ibu Ani sempat membaik dan diperbolehkan keluar ruang rumah sakit.
Jenazah Ani Yudhoyono sendiri akan diterbangkan dari Singapura pada Minggu (2/6) untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
(dia/dia)
Loading ...
Duka 4 Presiden Indonesia yang Ditinggal Lebih Dulu Oleh Pasangan
Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono tengah berduka. Pasalnya sang istri tercinta, Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) siang di Singapura.Baca Juga : Ani Yudhoyono Meninggal Dunia |
Kepergian Ani Yudhoyono dan kehilangan yang dirasakan SBY mengingatkan kembali kepada rasa kehilangan yang dirasakan oleh para Presiden Indonesia sebelumnya yang juga lebih dulu ditinggal sang belahan jiwa.
Bagaimanakah kisah mereka? Berikut ini Insertlive rangkum duka empat Presiden Indonesia yang kehilangan pasangan hidupnya untuk selama-lamanya.
Soeharto
Presiden kedua Indonesia, Soeharto menjadi Presiden Indonesia pertama yang harus ditinggalkan pasangan hidup yang telah mendampingi dirinya selama 46 tahun untuk selama-lamanya.
Advertisement
Ibu Tien meninggal dunia pada 28 April 1996 di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta akibat serangan jantung. Ibu enam orang anak itu lalu dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah, sehari setelah berpulang.
Kepergian Ibu Tien pada saat itu meninggalkan kehilangan mendalam untuk Soeharto. Ibu Tien adalah belahan jiwa Pak Harto sekaligus penasehat yang membantu banyak kebijakan dan proyek yang dilakukan Pak Harto selama menjabat sebagai presiden.
B.J Habibie
Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, juga harus kehilangan belahan jiwanya, Hasri Ainun Besari, untuk selama-lamanya pada 22 Mei 2010.Ainun meninggal dunia di Jerman saat berjuang melawan penyakit kanker ovarium yang ia derita. Ainun pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata begitu jenazahnya sampai di Jakarta, pada 25 Mei 2010.
Kepedihan ditinggal sang istri yang telah mendampingi selama 48 tahun membuat Habibie akhirnya menderita penyakit Psikosomatik malignant. Hal itu ia ungkap dalam buku karangannya, Habibie & Ainun yang terbit pada November 2010.
Kisah cinta pasangan yang menikah pada 12 Mei 1962 pun menjadi panutan bagi pasangan-pasangan di Indonesia. Kecintaan Habibie terhadap Ainun dan dedikasi Ainun terhadap sang suami bahkan diangkat ke layar lebar dengan judul Habibie & Ainun oleh Hanung Bramantyo pada akhir 2012.
Megawati Soekarnoputri
Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau yang dikenal dengan nama Megawati Soekarnoputri juga harus merelakan sang suami tercinta, Taufiq Kiemas, berpulang untuk selama-lamanya.Presiden perempuan pertama Indonesia ini kehilangan Taufiq Kiemas pada 8 Juni 2013. Taufiq menghembuskan napas terakhirnya akibat gangguan jantung dan ginjal yang ia derita beberapa tahun belakangan sebelum meninggal.
Sebelum dipisahkan maut, pasangan yang menikah pada Maret 1973 ini selalu saling dukung dalam urusan rumah tangga. Tak hanya itu, Megawati dan Taufiq juga kompak dukung mendukung urusan karier politik mereka berdua.
Susilo Bambang Yudhoyono
Duka kini tengah dirasakan oleh Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Istri tercinta yang telah mendampingi dirinya selama 43 tahun, Kristiani Herrawati atau yang dikenal dengan nama Ani Yudhyono meninggal dunia.Ani Yudhoyono meninggal bertepatan pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2019. Kepergian Ibu Ani tentu menorehkan duka mendalam bagi SBY dan keluarga hingga masyarakat Indonesia.
Ani Yudhoyono meninggal usai berjuang melawan penyakit kanker darah yang ia derita beberapa bulan belakangan. Sebelum meninggal, kondisi Ibu Ani sempat membaik dan diperbolehkan keluar ruang rumah sakit.
Jenazah Ani Yudhoyono sendiri akan diterbangkan dari Singapura pada Minggu (2/6) untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
(dia/dia)