Kisah Dimas Seto & Dhini Aminarti Pasca Hijrah
Agasa Putra Harcis |
Insertlive
Jakarta
-
Dua pasangan selebriti yang sudah memutuskan untuk hijrah, Dimas Seto dan Dhini Aminarti, membagikan kesibukan mereka meski tidak lagi mengisi dunia hiburan. Keduanya mengaku sibuk berdakwah dan menjalankan usaha masing-masing.
"Sekarang lagu Sibuk kajian, ya sibuk, ada aktifitas kita, berhubungan dengan usaha kita, sibuk dagang. Dini juga gitu, sibuk usahanya. Sama saya ngurusin baju koko. Dan support temen-temen, kita kajian." ungkap Dimas saat ditemui di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (26/4).
Terkait perubahan besar pasca memilih hijrah, Dimas menampik hal tersebut dan terasa begitu mengalir baginya. "Ya orang sih menilai sesuatu terobosan besar ya, mengurangi dunia entertainment dan fokus dunia hijrah atau dakwah. Tapi kita engga merasakan seperti itu, engga ada sesuatu yang berat, apa yang kita rasakan malah mengalir aja." tambahnya.
Dimas juga mengaku sering diundang oleh para pegiat dakwah di daerah-daerah, dan mengakui tugasnya kini sebagai merketing hijrah. hal itupun Dimas lakukan untuk menampik tudingan miring dengan hijrah.
"Memang kita sering temen-temen ini diundang, namun kita ini memposisikan diri sebagai marketing hijrah, dan sebagaimana marketing, kita ini mempromosikan hijrah, nah disaat kita ke daerah kita ini mempromosikan. Orang melihat mungkin, saat hijrah membuat jadi susah, jadi miskin, ga ada pergaulan, engga seperti itu kenyataanya, hijrah itu membuat kalian kaya, gaul, dan membuat hubungan netwarkong kalian semakin luas. Dan bukan Hanya kita aja yang ngerasain, banyak temen-temen hijrah lain yang merasakannya." tutup Dimas.
(doa/doa)
Loading ...
"Sekarang lagu Sibuk kajian, ya sibuk, ada aktifitas kita, berhubungan dengan usaha kita, sibuk dagang. Dini juga gitu, sibuk usahanya. Sama saya ngurusin baju koko. Dan support temen-temen, kita kajian." ungkap Dimas saat ditemui di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (26/4).
Advertisement
Terkait perubahan besar pasca memilih hijrah, Dimas menampik hal tersebut dan terasa begitu mengalir baginya. "Ya orang sih menilai sesuatu terobosan besar ya, mengurangi dunia entertainment dan fokus dunia hijrah atau dakwah. Tapi kita engga merasakan seperti itu, engga ada sesuatu yang berat, apa yang kita rasakan malah mengalir aja." tambahnya.
Dimas juga mengaku sering diundang oleh para pegiat dakwah di daerah-daerah, dan mengakui tugasnya kini sebagai merketing hijrah. hal itupun Dimas lakukan untuk menampik tudingan miring dengan hijrah.
"Memang kita sering temen-temen ini diundang, namun kita ini memposisikan diri sebagai marketing hijrah, dan sebagaimana marketing, kita ini mempromosikan hijrah, nah disaat kita ke daerah kita ini mempromosikan. Orang melihat mungkin, saat hijrah membuat jadi susah, jadi miskin, ga ada pergaulan, engga seperti itu kenyataanya, hijrah itu membuat kalian kaya, gaul, dan membuat hubungan netwarkong kalian semakin luas. Dan bukan Hanya kita aja yang ngerasain, banyak temen-temen hijrah lain yang merasakannya." tutup Dimas.
(doa/doa)