Hotman Paris Beber Ada Kejanggalan di Kasus Taruna ATKP
Muhamad Hazmi |
Insertlive
Jakarta
-
Berita Duka datang dari Taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra Pongkala (19), yang harus mengembuskan napas terakhirnya akibat dianiaya seniornya. Terkait hal tersebut, Hotman Paris mengatakan bahwa akan memperjuangkan hal tersebut karena terjadi kejanggalan.
Hotman juga mempertanyakan mengapa hanya terdapat satu tersangka. "Dan seluruh tubuhnya itu di mana-mana luka-luka, sehingga diduga bukan hanya satu, kenapa hanya satu tersangkanya? Itu yang menjadi keseriusan penyidik. Harus segera." tegasnya.
Terkait hal tersebut, Hotman juga menganggap sang Pengawas harus mendapatkan sangsi karena memberi berita palsu. "Pertama harus kena sangsi administratif, udah pasti, sebagai pengurus sekolah dia mencoba mengatakan hal yang tidak benar kepada orang tua almarhum, mengatakan bahwa meninggal kerana jatuh di kamar, dan Wadirnya juga." sambungnya
Hotman juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihak korban ingin semua pelakunya tertangkap dan dilakukannya penyidikan mendalam lagi. "Kata pamannya itu, itu digebukin ramai-ramai. Pihak korban ingin semua pelakunya ditangkap karena melihat luka tubuhnya itu kelihatan, dan dia dianiaya di kamar yang jumlahnya ada sepuluh orang. Jika benar-benar dilakukan teknik penyidikan yang bagus, pasti akan ketangkap itu. tutup Hotman.
Diketahui, penganiayaan yang menewaskan Aldama Putra Pongkala terjadi pada Minggu (3/2) malam. Peristiwa bermula saat seniornya mendapati Aldama mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Melihat hal itu, tersangka meminta adik kelasnya itu datang ke kamarnya.
[Gambas:Video Insertlive] (doa/doa)
Loading ...
Advertisement
Foto: Muhammad HazmiHotman Paris |
Hotman juga mempertanyakan mengapa hanya terdapat satu tersangka. "Dan seluruh tubuhnya itu di mana-mana luka-luka, sehingga diduga bukan hanya satu, kenapa hanya satu tersangkanya? Itu yang menjadi keseriusan penyidik. Harus segera." tegasnya.
Terkait hal tersebut, Hotman juga menganggap sang Pengawas harus mendapatkan sangsi karena memberi berita palsu. "Pertama harus kena sangsi administratif, udah pasti, sebagai pengurus sekolah dia mencoba mengatakan hal yang tidak benar kepada orang tua almarhum, mengatakan bahwa meninggal kerana jatuh di kamar, dan Wadirnya juga." sambungnya
Hotman juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihak korban ingin semua pelakunya tertangkap dan dilakukannya penyidikan mendalam lagi. "Kata pamannya itu, itu digebukin ramai-ramai. Pihak korban ingin semua pelakunya ditangkap karena melihat luka tubuhnya itu kelihatan, dan dia dianiaya di kamar yang jumlahnya ada sepuluh orang. Jika benar-benar dilakukan teknik penyidikan yang bagus, pasti akan ketangkap itu. tutup Hotman.
Diketahui, penganiayaan yang menewaskan Aldama Putra Pongkala terjadi pada Minggu (3/2) malam. Peristiwa bermula saat seniornya mendapati Aldama mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Melihat hal itu, tersangka meminta adik kelasnya itu datang ke kamarnya.
[Gambas:Video Insertlive] (doa/doa)
Foto: Muhammad Hazmi