Home Film & Musik Berita Film dan Musik

Rich Brian Ungkap Kisah Haru di Balik Lagu 'Ma' Saat Konser Where Is My Head di Ancol

Insertlive | Insertlive
Minggu, 30 Nov 2025 15:30 WIB
Rich Brian Ungkap Kisah Haru di Balik Lagu 'Ma' Saat Konser Where Is My Head di Ancol Foto: Insertlive
Jakarta, Insertlive -

Rich Brian tampil memukau dalam konser bertajuk Where Is My Head yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Sabtu (29/11).

Di tengah ramainya penonton, musisi kelahiran Indonesia yang kini menetap di Amerika Serikat itu membagikan kisah pribadi yang menyentuh hati, terutama terkait masa pandemi COVID-19.

Di atas panggung, Brian menceritakan bagaimana pandemi membuatnya terpisah dari keluarga. Ia mengaku biasanya selalu menyempatkan diri pulang ke Indonesia sekali atau dua kali dalam setahun. Namun situasi COVID-19 membuatnya tidak bisa melakukan hal tersebut.


"Aku sekarang tinggal di Amerika, dan biasanya tiap tahun aku usahakan pulang sekali atau dua kali," ujar Brian.

"Tapi pas COVID, aku nggak bisa pulang sama sekali selama tiga tahun. Tiga tahun penuh aku cuma di Amerika, nggak bisa ke mana-mana gara-gara urusan visa yang ribet." tambahnya.

Rich Brian Ungkap Kisah Haru di Balik Lagu 'Ma' Saat Konser Where Is My Head di Ancol/ Foto: Insertlive

Brian menjelaskan bahwa tiga tahun terjebak di Amerika bukan hanya soal rindu kampung halaman, melainkan juga tentang banyaknya momen penting keluarga yang harus ia lewatkan.

"Selama tiga tahun itu, aku melewatkan banyak banget momen penting. Adik aku menikah. Lalu kakak aku juga menikah. Setelah itu, adik aku punya anak. Terus kakak aku juga punya anak," ungkapnya.

Kisah tersebut menjadi latar emosional di balik lagu Ma, sebuah karya yang ia tulis sebagai bentuk kerinduan sekaligus penghormatan kepada ibunya di Indonesia.

Brian bercerita bahwa perasaan bersalah, rindu, dan keinginan untuk pulang menjadi dorongan utamanya menciptakan lagu tersebut.

Momen haru itu membuat suasana konser berubah hangat dan penuh empati. Para penonton memberikan dukungan dan tepuk tangan panjang ketika Brian menyampaikan kisahnya.

Lagu Ma kemudian ia nyanyikan dengan nada yang jauh lebih emosional dari biasanya, seolah menjadi surat terbuka untuk keluarganya yang jauh.

Melalui panggung Ancol, Rich Brian menunjukkan sisi rentan yang jarang terlihat. Ia bukan sekadar musisi internasional yang sukses, tetapi juga anak yang merindukan rumah dan keluarga.

Malam itu, kisahnya menjadi bagian paling menyentuh dari seluruh rangkaian konser Where Is My Head.

(ikh/ikh)
VIDEO TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT



FOTO TERKAIT
POPULER
DETIKNETWORK