Advertisement

Lagunya Dipakai di Kampanye AS, Mick Jagger hingga Lorde Menolak

YOA | Insertlive
VENICE, ITALY - SEPTEMBER 07: Mick Jagger walks the red carpet ahead of the
Lagunya Dipakai di Kampanye AS, Mick Jagger hingga Lorde Menolak
Jakarta -

Musisi ternama seperti Mick Jagger, Blondle, hingga Lorde menandatangi surat terbuka untuk menolak lagu-lagunya dipakai di kampanye politik Amerika Serikat.

Mereka menyatukan kekuatan di bawah naungan lembaga advokasi non-profit yang berbasis di AS, yaitu Artists Rights Alliance (ARA). Surat terbuka kepada Partai Demokrat, Partai Republik, Kongres, dan Senat sudah ditulis ARA di situs resmi.

Tertulis dalam surat bahwa para musisi menuntut para politikus untuk meminta izin lebih dulu jika hendak menggunakan karya-karya mereka dalam kampanye. Mereka melakukan itu karena memegang penuh kendali hak cipta.

"Kami menuntut semua komite partai politik untuk menentukan kebijakan yang jelas bagi kampanye-kampanye agar meminta izin kepada seniman rekaman, penulis lagu, dan pemegang hak cipta sebelum secara publik menggunakan musik mereka di kampanye politik," tulis mereka dilansir CNN Indonesia.

Advertisement

Surat terbuka itu ditulis ARA usai sejumlah musisi yang termasuk The Rolling Stones melontarkan protes keras terhadap Presiden Donald Trump karena memakai lagu untuk kepentingan pemilihan umum 2020 tanpa izin.

The Rolling Stones bahkan secara tegas mengancam akan menggugat Trump jika bersikeras menggunakan lagu mereka untuk kampanye.

Selain nama-nama di atas, sejumlah musisi lain juga tertera di surat tersebut, seperti Elton John, Elvis Costello, Linkin Park, Lykke Li, hingga REM.

[Gambas:Video Insertlive]



(yoa/yoa)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement