Lirik Lagu Untuk Apa / Untuk Apa? - Hindia

- INSERTLIVE
Rabu, 04 Dec 2019 22:49 WIB
Lirik Lagu Untuk Apa / Untuk Apa? - Hindia Lirik Lagu Untuk Apa / Untuk Apa? - Hindia (Foto: Instagram/wordfangs)
Jakarta, Insertlive - Baskara Putra atau Hindia merilis lagu terbaru yang berjudul Untuk Apa / Untuk Apa?. Lagu ini termasuk ke dalam album perdananya yang bertajuk Menari Dengan Bayangan.

Sejak perilisannya, Lagu Untuk Apa / Untuk Apa? mendapat reaksi yang positif dari para pendengarnya. Hindia selalu memiliki makna yang tersirat dalam setiap lagu-lagunya.


Insertlive sajikan liriknya untuk Insertizen:

Rumah ini dahulu sederhana
Ruang demi ruang dibangun bersama
Angan-angan yang dulu mimpi belaka
Kita gapai segala yang tak disangka

Tak sadar menimbun yang lebih berharga
Berdiri di atas yang lebih bermakna
Anak tangga yang berlebihan jumlahnya
Mendaki terus entah mau ke mana?

Dan kau selalu bertanya, untuk apa?
Mengelak, kerap kutemukan jawabnya
Medusa dan semakin keras kepala
Seakan hidup hanya untuk bekerja

Mengejar mimpi sampai tak punya rasa
Mengejar mimpi sampai lupa keluarga
Mengejar mimpi lupa dunia nyata
Mengejar mimpi tapi tidak bersama

Padahal katanya uang takkan kemana
Jika memang rezeki ya 'kan ditransfer juga
Namun dikejar terus seakan satwa langka
Di prosesnya melintah lupa jadi manusia

Melihat Hawa jadi panas lupa cuaca
Tertiup angin buah jatuh digigit juga
Seakan perlu banyak seperti Dewa Siwa
Padahal manusia hanya bertangan dua

Kasur yang luas tapi bangun sendiri
Mobil baru mengkilap tanpa penumpang di kiri
Banyak sepatu minim privasi susah pergi
PS4, nintendo switch tanpa player dua

Dan dahulu kau bertanya, untuk apa?
Lalu kuperhatikan ini semua
Barang mahal yang tidak ada harganya
Dan sekarang, ku bertanya untuk apa?

Terlepas apa yang engkau percayai
Tetap takkan ada yang dibawa mati
Kembali ke tanah dan tumbuh cemara
Mana saja harta yang lebih berharga

Terlepas apa yang engkau percayai
Tetap takkan ada yang dibawa mati
Kembali ke tanah dan tumbuh cemara
Mana saja harta yang lebih berharga

Terlepas apa yang engkau percayai
Tetap takkan ada yang dibawa mati
Menimbun surga yang tak bisa dibagi
Akhirnya pun wafat sendiri-sendiri

Mengangkat ikat rambutmu yang tertinggal
Di lengan kiri mobilku, terakhir kita menonton
Jariku tak juga kuat, sungguh janggal
Lebih berat dari seribu ton

Satu dari ribuan hal kecil
Yang sekarang menjadi terampil
Menggosok garam di atas luka
Dulu tak ada apa-apanya

Rute pagi yang dahulu ceria
Menu favorit kini hambar rasanya
Foto yang tak berani dilirik mata
Kontak sekarang jadi sebatas nama

Masing-masing selamat dan bercerita
Namun tidak lagi miliki bersama

Cepat namun sendiri, untuk apa?
Bersama tapi meracuni, untuk apa?


[Gambas:Youtube]

(yoa/yoa)
KOMENTAR
POPULER