Film Parasite: Ironi Kesenjangan Sosial yang Mengaduk Emosi
Nadiyas Utami Pratiwi |
Insertlive
Jakarta
-
Parasite, sebuah film karya Bong Joon Ho yang memenangkan penghargaan Palme D'Or di Festival Cannes 2019 ini, sukses membuat para penonton tegang. Film yang berdurasi 132 menit ini, patut diberikan tepuk tangan dan bisa membuat setiap orang ingin menonton film ini untuk yang kedua kalinya.
Film ini baru saja rilis di bioskop Indonesia baru pada hari Senin (24/6) kemarin. Selain itu, dilasir dari Soompi, Parasite meraih 8 juta penonton hanya dalam waktu 17 hari. Kini, jumlah penontonnya menuju angka 10 juta. Di Prancis, film ini mengalahkan dua film action Hollywood yakni Men in Black: International dan X-Men: Dark Phoenix.
Di awal film, banyak momen komedi dan romansa yang ditampilkan lewat ekspresi dan perilaku keluarga Kim. Masuk ke tengah film, kita diberikan unsur horor di setiap adegan hingga rasanya membuat kita ikut masuk ke dalam film itu. Klimaksnya, kita akan diam hingga pada titik kita harus menduga-duga apa yang menjadi akhir di film ini.
Sutradara Bong Joon Ho memberikan definisi film tersebut di akhir cerita. Menonton film ini juga membuat kita sadar, bahwa monster yang paling menyeramkan dalam hidup ini adalah manusia. Kesenjangan sosial lewat karakter keluarga kaya dan miskin juga membuat kita harus mengerti adanya status sosial bisa membuat orang lain lupa dengan kebaikan yang sebenarnya ada di dunia.
(nap/nap)
Loading ...
Film ini baru saja rilis di bioskop Indonesia baru pada hari Senin (24/6) kemarin. Selain itu, dilasir dari Soompi, Parasite meraih 8 juta penonton hanya dalam waktu 17 hari. Kini, jumlah penontonnya menuju angka 10 juta. Di Prancis, film ini mengalahkan dua film action Hollywood yakni Men in Black: International dan X-Men: Dark Phoenix.
Advertisement
Sutradara Bong Joon Ho memberikan definisi film tersebut di akhir cerita. Menonton film ini juga membuat kita sadar, bahwa monster yang paling menyeramkan dalam hidup ini adalah manusia. Kesenjangan sosial lewat karakter keluarga kaya dan miskin juga membuat kita harus mengerti adanya status sosial bisa membuat orang lain lupa dengan kebaikan yang sebenarnya ada di dunia.
(nap/nap)