Advertisement

Dianggap Hina Islam, 2 Lukisan di London Ditutup Kain

ikh | Insertlive
Sejumlah lukisan di galeri seni Saatchi London dianggap hina agama Islam.
Saatchi London/Foto: Instagram/mad_aboutinterior
Jakarta - Galeri seni Saatchi yang berada di London sedang menggelar pameran karya seniman SKU. Namun acara itu memicu polemik dan protes dari sejumlah pengunjung.

Dilansir dari The Guardian, ada dua lukisan di pameran tersebut yang dianggap kontroversi oleh pengunjung beragama Islam. Lukisan tersebut bergambar kalimat syahadat dalam huruf Arab yang disandingkan dengan gambar wanita telanjang memegang bendera Amerika Serikat (AS).

Advertisement



"Kebebasan mendukung penuh ekspresi artistik, galeri juga mengakui ketulusan keluhan yang dibuat terhadap karya-karya ini, dan mendukung keputusan seniman untuk tetap memajangnya sampai akhir pameran," ujar pihak galeri Saatchi, London, Inggris, Selasa (7/5).

Namun setelah perundingan yang berlangsung dengan SKU, pihak galeri akhirnya menemukan solusi terbaik agar pameran tetap bisa berlangsung. SKU menyarankan agar menutup lukisan yang dianggap kontroversi itu dengan kain.

Galeri SaatchiFoto: Instagram/sara_izzi
Galeri Saatchi

"Itu tampaknya solusi terhormat yang memungkinkan akibat perdebatan antara kebebasan berekspresi versus hak berkeyakinan agar tidak saling tersinggung," kata SKU.

Sebenarnya hal lain yang ditakuti adalah penggunaan simbol dan propaganda di lukisan yang dapat memicu tindakan orang dalam memaknai arti pesannya. SKU memang dikenal sebagai pelukis yang kerap membuat gambar mengandung simbol dan pesan propaganda tersembunyi.

Kasus penutupan lukisan pameran yang mengundang kontroversi bukanlah untuk pertama kalinya. Sebelumnya, lukisan wanita telanjang karya Picasso yang ada di bandara internasional Edinburgh, Skotlandia juga ditutup dengan kain karena memicu protes dari sejumlah pihak.

[Gambas:Video Insertlive]

(ikh/fik)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement