Main Film Tentang Bullying, Amanda Rawles: Ini Kehidupan Aku
Ical |
Insertlive
Jakarta
-
Amanda Rawles diketahui terlibat dalam film horor Indonesia terbaru bertajuk Sunyi. Menurut Amanda, film tersebut sangat merepresentasikan dirinya karena mengangkat tentang bullying.
Saat pas ditawarkan terlibat dalam film itu, Amanda mengungkap alasan menerima tawaran film tersebut. "Pas ditawarin film ini sih, aku bilang ini benar-benar kehidupan aku, dan aku langsung ambil. Apalagi karakter aku di film ini berbeda banget, dan dapat tantangannya." ungkap Amanda.
Terkait apakah dirinya pernah menjadi korban bully, Amanda tak menampiknya. Ia mengaku mengalami hal tersebut. "Ya aku udah pernah sering cerita sih ke media kalau aku sering di-bully waktu sekolah. Karena mungkin aku kecil, kulitku juga rada hitam, belum lagi pendek juga. Terus orang-orang pada mengejek aku." tambahnya.
Meski sudah lulus sekolah, Amanda juga mengungkap bahwa hal itu tak serta merta membuatnya lepas dari hal tersebut Kini, ia juga kerap di-bully di media sosial. "Tapi bukan cuma di sekolahan sih, bahkan di sosial media juga masih ada ya, cyber bullying, kayak komentar haters-haters, yang sering kau dapetin sih. Kaya misalnya, 'kok gemukan ya, kok gendut ya' gitu." ujarnya.
(doa/fik)
Loading ...
Saat pas ditawarkan terlibat dalam film itu, Amanda mengungkap alasan menerima tawaran film tersebut. "Pas ditawarin film ini sih, aku bilang ini benar-benar kehidupan aku, dan aku langsung ambil. Apalagi karakter aku di film ini berbeda banget, dan dapat tantangannya." ungkap Amanda.
Advertisement
Terkait apakah dirinya pernah menjadi korban bully, Amanda tak menampiknya. Ia mengaku mengalami hal tersebut. "Ya aku udah pernah sering cerita sih ke media kalau aku sering di-bully waktu sekolah. Karena mungkin aku kecil, kulitku juga rada hitam, belum lagi pendek juga. Terus orang-orang pada mengejek aku." tambahnya.
Meski sudah lulus sekolah, Amanda juga mengungkap bahwa hal itu tak serta merta membuatnya lepas dari hal tersebut Kini, ia juga kerap di-bully di media sosial. "Tapi bukan cuma di sekolahan sih, bahkan di sosial media juga masih ada ya, cyber bullying, kayak komentar haters-haters, yang sering kau dapetin sih. Kaya misalnya, 'kok gemukan ya, kok gendut ya' gitu." ujarnya.
(doa/fik)