Advertisement

Rutinitas yang Masih Setia Dilakukan Thomas Djorghi Usai 13 Tahun Kepergian Ibunda

Insertlive | Insertlive
Thomas Djorghi
Rutinitas yang Masih Setia Dilakukan Thomas Djorghi Usai 13 Tahun Kepergian Ibunda / Foto: Anissa Sudrajat
Jakarta -

Waktu tidak selalu mampu menghapus rasa kehilangan. Hal itu dirasakan Thomas Djorghi yang hingga kini masih menyimpan kerinduan mendalam kepada sang ibunda, meski 13 tahun telah berlalu sejak kepergiannya.

Bagi penyanyi dangdut sekaligus aktor senior tersebut, doa menjadi cara terbaik untuk menjaga ikatan dengan kedua orang tuanya. Karena itu, ia selalu menyempatkan diri berziarah ke makam sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan yang tidak pernah putus.

Thomas mengungkapkan bahwa dirinya setidaknya mengunjungi makam orang tuanya satu kali setiap bulan. Selain itu, ia juga selalu datang pada hari wafat, hari kelahiran, maupun momen-momen yang dianggap istimewa bagi keluarganya.

"Jadi pas hari H kemarin 13 tahun mama dipanggil Tuhan, demikian juga papa Februari, mama Juni, jadi boleh katakan kita harus datang (nyekar)," ujar Thomas Djorghi saat ditemui di Trans TV, Jakarta Selatan.

Advertisement

Kepergian sang ibu sempat meninggalkan luka yang sangat dalam. Thomas mengaku pernah melewati masa-masa penuh kerinduan dan penyesalan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Seiring berjalannya waktu, perasaan itu perlahan berubah setelah ia mengalami sebuah mimpi yang begitu membekas. Momen tersebut membuatnya percaya bahwa sang ibunda kini telah berada dalam keadaan yang lebih baik.

"Semuanya pasti ada dirasa aku tuh, kangennya pasti. Terus karena aku dimimpiin... mama datang ke dalam mimpi aku gitu lo. Itu membuat aku jadi kayak... aku harapkan dan aku yakin sekali mama udah bahagia seperti apa yang aku mimpiin itu," tuturnya.

Pengalaman itu menjadi sumber ketenangan bagi Thomas Djorghi. Meski rasa rindu kepada sang ibu tidak pernah benar-benar hilang, ia kini memilih mengenangnya lewat doa dan ziarah yang terus dilakukan sebagai bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.

(ikh/ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive