Manohara Ungkap Momen yang Mengubah Hidupnya hingga Terjun Jadi Aktivis Konservasi
Manohara Odelia menemukan panggilan hidup baru di luar dunia hiburan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan perlindungan satwa dan pelestarian lingkungan.
Baginya, kepedulian terhadap hewan tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga alam sebagai habitat mereka. Perubahan cara pandang itu berawal dari pengalaman yang membekas saat pertama kali menjadi relawan di sebuah pusat penyelamatan satwa.
Kala itu, Manohara ikut menjemput seekor bayi orangutan yang menjadi korban perdagangan satwa liar.
"Pertama kali saya jadi relawan untuk hewan itu, kami menjemput bayi orangutan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS)," cerita Manohara Odelia saat di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Kala itu, Manohara menyaksikan langsung banyak satwa liar dari berbagai jenis yang hidup di dalam kandang dengan kondisi memprihatinkan. Pemandangan itu membuatnya tidak berhenti memikirkan masa depan hewan-hewan yang telah diselamatkan tersebut.
"Pada saat itu di PPS banyak sekali hewan berbagai macam jenis yang dikandang dan bisa dibilang kondisinya tidak ideallah. Dan, pada saat itu saya bertanya, ini hewan-hewannya masa depan mereka akan seperti apa?" tuturnya.
Pertanyaan itu kemudian mendapat jawaban yang justru semakin membuka matanya terhadap persoalan konservasi. Ia mengetahui bahwa penyelamatan dari perdagangan ilegal hanyalah satu bagian kecil dari perjuangan panjang.
Banyak satwa yang belum bisa dilepasliarkan karena keterbatasan habitat yang aman maupun minimnya program rehabilitasi.
"Sayangnya banyak sekali yang hanya akan begitu saja karena tidak ada tempat untuk merilis mereka dan tidak ada program-program rehabilitasi untuk mereka," ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, Manohara menyadari bahwa upaya melindungi satwa harus berjalan beriringan dengan menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kesejahteraan hewan tidak akan tercapai jika habitat alami mereka terus mengalami kerusakan.
"Pada saat itu saya baru benar-benar sadar bahwa kesejahteraan hewan itu tidak bisa dipisahkan dengan konservasi, dengan kesejahteraan alam. Jadi if you really care about animals, you have to care about nature because one can't exist without the other," paparnya.
Kesadaran itulah yang membuat Manohara terus konsisten mengampanyekan pentingnya konservasi melalui berbagai kegiatan maupun media sosial. Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kerusakan ekosistem tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup satwa liar, tetapi juga akan berdampak langsung pada kehidupan manusia.
"Kalau ekosistemnya rusak sekecil apa pun itu akan snowball effect dan ujung-ujungnya akan dampak ke kita juga sebagai user," pungkasnya.
(kpr/kpr)