Advertisement

Madonna Ungkap Dampak Serius Puluhan Tahun Menari dengan High Heels

Insertlive | Insertlive
Gaya Madonna di Confessions II
Madonna Ungkap Dampak Serius Puluhan Tahun Menari dengan High Heels / Foto: YouTube/Madonna
Jakarta -

Di balik energi luar biasa yang selalu ditampilkan di atas panggung, Madonna ternyata menyimpan perjuangan fisik yang tidak banyak diketahui publik.

Penyanyi yang dijuluki Ratu Pop itu mengungkap bahwa tubuhnya kini mulai merasakan dampak dari puluhan tahun karier yang penuh aktivitas ekstrem.

Pada usia 67 tahun, Madonna mengaku mengalami masalah serius pada lututnya. Kondisi tersebut membuatnya harus mengubah pola latihan dan aktivitas fisik yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya.

Dalam wawancara bersama Interview Magazine, Madonna mengungkap bahwa kerusakan pada lututnya terjadi akibat kombinasi berbagai aktivitas yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun, mulai dari menari menggunakan sepatu hak tinggi hingga olahraga berintensitas tinggi.

Advertisement

"Sekarang lututku bermasalah. Aku sudah tidak punya tulang rawan lagi, gara-gara menari terlalu lama dengan sepatu hak tinggi, berlari di trotoar, dan melakukan yoga Ashtanga," ungkap Madonna.

Pengakuan tersebut mengejutkan banyak penggemar. Pasalnya, selama ini Madonna dikenal sebagai salah satu artis dengan stamina luar biasa yang selalu menghadirkan penampilan enerjik meski usianya terus bertambah.

Madonna mengakui bahwa hingga sekitar setahun lalu dirinya masih aktif melakukan berbagai latihan berat yang memberi tekanan besar pada persendian.

"Sampai setahun yang lalu, saya masih sering melompat di trampolin dan melakukan kardio dengan iringan musik dan banyak melakukan aktivitas yang oleh dokter disebut sebagai aktivitas yang membebani persendian saya. Saya tidak bisa melakukan itu lagi," katanya.

Kondisi kesehatan tersebut memaksanya melakukan penyesuaian besar terhadap rutinitas kebugarannya.

Jika dulu ia terbiasa menjalani latihan dengan banyak gerakan melompat dan aktivitas berdampak tinggi, kini Madonna memilih olahraga yang lebih ramah terhadap persendian.

Pelantun Vogue itu mengaku masih berolahraga secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.

Namun, jenis latihannya kini lebih banyak berfokus pada sepeda statis Peloton, Versa Climber, latihan sirkuit intensitas tinggi, bersepeda di luar ruangan, serta tetap menari dalam batas kemampuan tubuhnya.

"Jadi sekarang saya menggunakan sepeda Peloton dan Versa Climber serta latihan sirkuit intensitas tinggi. Saya sering bersepeda di luar ruangan. Saya juga menari," ujarnya.

Masalah lutut sebenarnya bukan hal baru bagi Madonna. Beberapa tahun lalu, kondisi tersebut bahkan sempat mengganggu jadwal konsernya.

Pada Oktober 2019, Madonna terpaksa menunda salah satu pertunjukan tur Madame X karena harus fokus menjalani pemulihan.

Saat itu, ia mengaku kesulitan menerima kenyataan bahwa tubuhnya membutuhkan waktu untuk beristirahat.

"Sulit bagi Nyonya X untuk mengakui bahwa dia juga manusia yang terbuat dari daging dan darah dan dia harus beristirahat selama 3 hari ke depan untuk memastikan pemulihan penuh lututnya," tulis Madonna kala itu.

Penyanyi Like a Prayer tersebut juga mengungkap rasa sakit yang dialaminya saat itu sangat berat hingga membuatnya harus menghentikan sementara aktivitas panggung yang sangat dicintainya.

Hanya berselang satu bulan setelah penundaan pertama, Madonna kembali membatalkan tiga pertunjukan lainnya atas rekomendasi dokter.

Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling berat dalam kariernya karena tampil di atas panggung selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan kesehatan, Madonna tetap menunjukkan semangat luar biasa.

Ia terus beradaptasi dengan kondisi tubuhnya sambil mempertahankan gaya hidup aktif yang telah menjadi identitasnya selama puluhan tahun.

Pengakuan jujur Madonna ini sekaligus menjadi gambaran bahwa di balik kemegahan dunia hiburan, para bintang juga harus menghadapi konsekuensi fisik dari pekerjaan yang mereka jalani selama bertahun-tahun.

Bagi Madonna, perjalanan sebagai ikon musik dunia ternyata meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat dalam sejarah musik, tetapi juga pada tubuhnya sendiri.

(ikh/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement