Fenomena Anak Jualan Tisu di PRJ Kemayoran hingga Tengah Malam, Sengaja Disuruh?
Pemandangan anak-anak menjajakan tisu hingga larut malam kembali menjadi sorotan di kawasan Jakarta, terutama selama gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran 2026.
Di tengah ramainya pengunjung yang memadati area pameran dan pusat kuliner, sejumlah anak terlihat berkeliling menawarkan tisu kepada pengunjung. Tak sedikit di antaranya masih berusia sekolah dasar dan tetap berada di lokasi hingga menjelang tengah malam.
Fenomena ini memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian pengunjung merasa iba dan memilih membeli tisu yang mereka tawarkan. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa anak-anak tersebut masih berada di jalanan pada jam yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.
Kehadiran anak penjual tisu sebenarnya bukan pemandangan baru di Jakarta. Mereka kerap ditemukan di persimpangan jalan, pusat keramaian, hingga lokasi penyelenggaraan acara besar yang ramai pengunjung. Ramainya aktivitas di PRJ Kemayoran menjadi peluang bagi mereka untuk mendapatkan lebih banyak pembeli dibanding hari biasa.
Fenomena anak penjual tisu hingga larut malam ini juga ikut dikomentari Bopak Castello. Ia menduga ada oknum yang sengaja menyuruh anak-anak tersebut untuk berjualan.
"Ini kan geng sebetulnya memang ada pimpinannya. Tugas Pemda DKI kan untuk menstabilkan, menyelesaikan, meng-clearkan masyarakat agar nyaman untuk orang-orang berwisata di DKI," kata Bopak lagi.
Lantas, apa kata anak-anak tersebut saat diwawancarai tim Insert Investigasi? Simak selengkapnya di Insert Investigasi pukul 15.00 WIB.
(dis/dis)