Bukan karena Permen, Sarah Sechan Ungkap Penyebab Cara Bicaranya Berubah
Presenter sekaligus aktris Sarah Sechan akhirnya menjawab rasa penasaran banyak warganet soal perubahan gaya bicaranya dalam beberapa waktu terakhir. Selama ini, tak sedikit netizen yang mengira Sarah sedang mengunyah permen saat berbicara, baik ketika menjadi pembawa acara maupun saat tampil di berbagai podcast.
Menanggapi berbagai komentar tersebut, Sarah menjelaskan bahwa perubahan cara bicaranya bukan disengaja. Ia mengaku mengalami pergeseran rahang yang membuat pengucapannya sedikit berbeda dari biasanya.
Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube MIR Productions, Sarah menceritakan awal mula kondisi tersebut terjadi.
"Ini kan banyak yang nanya, kok Sarah kalau ngomong sekarang gini-gini, kok Sarah suka (kayak) ngemut permen gitu," kata Sarah.
Ia kemudian menjelaskan bahwa masalah itu berawal dari kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur.
"Enggak, jadi dari tahun lalu atau dua tahun lalu, rahang gue itu geser karena gue kalau tidur suka ngegerenyem (menggertakkan gigi)," sambungnya.
Kondisi tersebut sempat membuat Sarah khawatir. Ia bahkan memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter hingga menjalani pemeriksaan MRI karena takut ada gangguan kesehatan yang lebih serius.
"Gue sampai ke dokter saraf karena gue takut ada apa-apa. Tapi cek MRI, enggak ada apa-apa di saraf. Ini bergeser karena kebiasaan," ungkap presenter berusia 52 tahun itu.
Menurut Sarah, pergeseran rahang tersebut membuat posisi giginya ikut berubah. Akibatnya, lidahnya sering mengenai bagian gigi tertentu saat berbicara sehingga membuatnya merasa canggung dan tidak nyaman.
"Jadi, gigi gue itu kegencet yang bagian bawah. Jadi yang bawah tengah itu ada yang mundur ke belakang, sehingga membuat gue kagok kalau ngomong karena kena ujung lidah. Sebenarnya simpel, gitu saja," jelasnya.
Untuk membantu mengembalikan posisi gigi dan rahangnya, Sarah sempat diminta menggunakan alat khusus berupa spring aligner saat tidur. Namun, ia mengaku kesulitan beradaptasi karena alat tersebut terasa sakit.
"Gua harus pakai kawat gigi kalau tidur, cuma kawat giginya itu yang model khusus, namanya spring aligner. Cuma kan sakit, jadi gue enggak pakai," ujarnya.
Meski demikian, Sarah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berbicara sambil mengunyah permen seperti yang selama ini dituduhkan sebagian netizen.
"Jadi aku enggak makan permen atau apa, cuma gigi aku begini, jadi kelihatannya gitu. Aku tuh enggak mungkin wawancara makan permen," katanya sambil tertawa.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Sarah memberikan klarifikasi. Pada awal tahun lalu, ia juga sempat menjelaskan kondisi tersebut melalui media sosial setelah banyak pengikutnya mempertanyakan perubahan cara bicaranya.
Saat itu, Sarah menulis:
"Bukan ngunyah. Gigi saya bagian bawah tengah geser ke belakang (kata dokter rahang geser mungkin karena waktu tidur sering ngegerenyem), sehingga ganggu saat bicara krn lidah saya jd kena ujung atas gigi dan sering bikin sariawan."
Ia juga menambahkan bahwa proses perawatan yang dijalaninya memang membutuhkan waktu dan adaptasi.
"Saya harus pakai kawat di gusi bawah bagian dalam utk dorong gigi ke posisi asal dan itu ganggu banget. Belum terbiasa sehingga bicara jg jd gak nyaman. Sekian terima kasih."
Penjelasan Sarah ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang beredar di media sosial. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur atau bruxism dapat memengaruhi posisi rahang dan gigi, bahkan mengganggu kemampuan berbicara jika terjadi dalam jangka panjang.
Kini, meski masih beradaptasi dengan kondisinya, Sarah tetap aktif berkarya dan tampil di berbagai program hiburan maupun podcast yang digemari publik.
(yoa/and)