Pengalaman Tak Menyenangkan Choky Sitohang Diintimidasi Oknum Pejabat
Presenter senior Choky Sitohang mengungkap pengalaman yang membuatnya terkejut saat menjalankan tugas sebagai pembawa acara dalam sebuah kegiatan formal.
Bukan karena kesalahan teknis atau kendala acara, melainkan karena tindakan seorang oknum pejabat yang disebut mendatangi ruang persiapan kru dengan sikap agresif dan nada tinggi.
Insiden tersebut terjadi ketika Choky sedang berada di ruang tunggu MC sebelum acara dimulai.
Situasi yang awalnya berjalan normal mendadak berubah tegang ketika seorang pejabat masuk dengan cara yang menurutnya tidak pantas.
Choky mengaku pintu ruangan tempat dirinya dan tim berada didorong dengan keras sebelum oknum tersebut melontarkan bentakan.
"Kalau nggak siap, udah. Tinggalin aja," kata Choky Sitohang menirukan ucapan yang diterimanya saat menceritakan kejadian tersebut.
Menurut Choky, hingga kini dirinya menduga insiden itu bermula dari miskomunikasi dalam koordinasi internal panitia.
Ia menilai kemungkinan ada instruksi yang tidak tersampaikan dengan baik dari pejabat tersebut kepada bawahannya, lalu berujung pada kesalahpahaman di lapangan.
Alih-alih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik, Choky menilai sikap yang ditunjukkan justru mengarah pada tindakan intimidatif.
"Arogansinya ditunjukkan dengan cara pertama dia masuk semi mendobrak pintu," ungkap Choky.
Presenter yang telah lama berkiprah di dunia televisi itu mengaku sempat kaget melihat dan mendengar cara oknum tersebut berbicara.
Namun, ia memilih tetap tenang dan berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.
"Dari jarak kira-kira 3 meter, dia buka, dia dorong, dia teriak. Saya kaget, tapi saya tetap tenang," ujarnya.
Dalam situasi tersebut, Choky tidak membalas dengan emosi. Ia justru mencoba bertanya langsung kepada pejabat tersebut mengenai masalah yang terjadi.
"Saya lihat mata dia, saya sebut jabatan dia saat itu, karena dia mengintimidasi kami," tutur Choky.
Namun, upayanya untuk mencari penjelasan tidak membuahkan hasil. Choky mengatakan pertanyaannya tidak pernah dijawab secara jelas.
Sebaliknya, oknum tersebut kembali mengulangi bentakan yang sama.
"Dia lebih berteriak lagi. Tapi saya tenang, 'Ada apa Bapak Sekretaris?' saya lihat mata dia tajam. Nggak ngejawab dia. Dia nggak ngejawab pertanyaan saya. 'Ada apa?' harusnya dijawab, misalnya dia kecewa, nggak. Dia bentak ulang lagi kalimat yang sama," paparnya.
Choky juga membantah tudingan bahwa dirinya dan tim tidak siap menjalankan tugas.
Ia menegaskan seluruh persiapan telah selesai bahkan beberapa menit sebelum acara dimulai.
"Nggak terlambat. Karena seingat saya itu minus 7 atau 9 menit dari persiapan masuk ke ruang acara utama," tegasnya.
Meski sempat mengalami perlakuan yang menurutnya tidak profesional, Choky tetap menyelesaikan pekerjaannya.
Ia juga mengungkap bahwa pihak penyelenggara akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang paling diingat Choky selama berkarier sebagai presenter.
Baginya, perbedaan pendapat atau kendala koordinasi seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa perlu disertai tindakan yang membuat pihak lain merasa terintimidasi.
(ikh/ikh)